Harta Terdakwa Suap Reklamasi Sanusi dari Korupsi: 4 Mobil Mewah, 6 Apartemen, dan Satu Rumah

Aset yang disita antara lain 4 unit mobil mewah, 6 unit apartemen dan satu unit rumah. Mobil yang disita adalah Jaguar, Audi, Fortuner dan Alphard.

Harta Terdakwa Suap Reklamasi Sanusi dari Korupsi: 4 Mobil Mewah, 6 Apartemen, dan Satu Rumah
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (1/4/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eri Komar Sinaga

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset tersangka pidana pencucian uang Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi.

Aset yang disita antara lain empat unit mobil mewah, enam unit apartemen dan satu unit rumah. Mobil yang disita adalah Jaguar, Audi, Toyota Fortuner dan Toyota Alphard.

"Apartemen di Pulomas, Thamrin Residence, Residence 8 dan di Jakarta Residence. Itu punya yang kita duga dimiliki MSN, yang dibeli dari berbagai pihak," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Sementara rumah yang disita terletak di Permata Regency, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat. Rumah tersebut adalah kompleks perumahan elite dan luas diperkirakan 150 meter persegi dengan harga berkisar Rp 2,5 miliar sampai Rp 4 miliar. "Diduga dari hasil korupsi," tukas Priharsa.

Penetapan Sanusi sebagai tersangka pencucian uang merupakan pengembangan penyidikan pembahasan Raperda tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi Jakarta tahun 2015-2035 dan Raperda tentang rencana tata ruang kawasan strategis kawasan pantai Jakarta.

Pada kasus tersebut KPK menetapkan tiga orang tersangka yakni Presiden Direktur PT Agung Poromoro Land Ariesman Widjaja, karyawan Agung Podomoro Trinanda Prihantoro dan Sanusi.

Sanusi juga Terjerat "Pompa Air"
Permainan proyek di DKI Jakarta terus terbongkar. Tersangka kasus suap reklamasi, M Sanusi diduga bermain di proyek pompa air.

KPK terus menelusuri harta kekayaan Mohamad Sanusi (MSN) yang bersinggungan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan memanggil 6 orang saksi.

"Mereka dipanggil sebagai saksi dengan tersangka MSN kasus TPPU," ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Yuyuk Andriati, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/7/2016).

Halaman
12
Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved