Kamis, 9 April 2026

Gawat, Pembalut dan Pampers Bekas pun Dipakai Untuk Mabuk

Selain miras, obat batuk merek tertentu, pembalut bekas dipakai pun kerap disalahgunakan.

Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: edwardi
bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Suasana rapat jajaran Forkominda Beltim, anggota DPRD Beltim, SKPD terkait, dan perwakilan tujuh kecamatan di Kabupaten Beltim, Senin (18/7/2016). 

Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Selain miras, obat batuk merek tertentu, pembalut bekas dipakai pun kerap disalahgunakan.

Hal ini terungkap pada rapat 'besar' jajaran Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkominda) Beltim di ruang rapat Gedung DPRD Beltim, Senin (18/7/2016).

Camat Simpang Renggiang Andreas menyebutkan adanya temuan itu. Dia mengatakan, di wilayahnya kerap ditemukan penyalahgunaan obat batuk merek tertentu, bahkan hingga pembalut dan pampers. Barang-barang yang beredar relatif bebas itu dinyatakan digunakan untuk mabuk.

"Parahnya lagi, itu pembalut bekas," kata Andreas dalam rapat tersebut.

Wakil Ketua II DPRD Beltim Yohendra mengatakan, adanya peran mereka yang mengerti tentang bahan-bahan kimia yang dapat disalahgunakan. Mereka yang mengenyam pendidikan apoteker disebut kerap menginformasikan cara-cara 'kreatif' untuk memabukkan ini.

"Yang mengonsumsinya mereka yang tidak sekolah," katanya dalam rapat tersebut.

Sebelumnya, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Belitung Timur menggelar rapat "besar" terkait peredaran minuman keras di Kabupaten Belitung Timur, Senin (18/7/2016) siang. Rapat digelar di ruang rapat Gedung DPRD Beltim.

Tampak hadir Bupati Beltim Yuslih Ihza, Wabup Beltim Burhanudin, Ketua DPRD Beltim Tom Haryono Harun, Kajari Manggar Widagdo, dan Kapolres Beltim AKBP Nono Wardoyo. Rapat juga dihadiri oleh perwakilan sejumlah kecamatan di Kabupaten Beltim, SKPD terkait, jajaran anggota DPRD Beltim, dan LSM.

Pantauan Pos Belitung, tiap kecamatan diberikan kesempatan untuk menyampaikan situasi dan kondisi terkait miras di wilayahnya.

"Dari Damar itu memang jadi perhatian khsusus. Yang jadi perhatian kita itu produksinya. Kalau konsumsinya, kita kejar tidak akan efektif," kata Ketua DPRD Beltim Tom Haryono Harun usai mendengar pemaparan dari perwakilan Kecamatan Damar.

Rapat ini diketahui menyikapi penggerebekan produsen arak dan menyita sedikitnya delapan drum arak yang masih dalam proses penyulingan di Kecamatan Damar beberapa waktu lalu. Belasan jeriken arak siap dipasarkan juga dilaporkan menjadi temuan dalam penggerebekan tersebut.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved