JARI Babel Kutuk Pengancaman Jurnalis di Padang

Ancaman kekerasan dan pembunuhan melalui pesan singkat (SMS) dialami sejumlah jurnalis di Kota Padang Panjang Sumatera Barat.

JARI Babel Kutuk Pengancaman Jurnalis di Padang
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dodi Hendriyanto

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ancaman kekerasan dan pembunuhan melalui pesan singkat (SMS) yang menimpa sejumlah jurnalis di Kota Padang Panjang Sumatera Barat, mendapat perhatian dari Dewan Pimpinan Wilayah Jaringan Advokat Republik Indonesia Provinsi Bangka Belitung (DPW JARI Babel).

Pemegang mandat DPW JARI Babel, Agus Poneran SH menyatakan mengutuk keras tindakan bar-bar yang dilakukan pelaku pengancaman terhadap jurnalis.

Ia meminta tindakan pengancaman ini harus menjadi perhatian serius pihak kepolisian.

"Sebab, kebebasan pers dalam memberikan informasi publik terancam. Kami mengutuk keras pengancaman itu, dan meminta polisi segera bertindak," tegas Agus dalam rilis yang dikirim ke bangkapos, Senin (18/7/2016).

Menurut Agus, tindakan pengancaman sangat berbahaya bagi kemerdekaan pers. Menghalang-halangi kegiatan pers pun merupakan tindak pidana sebagaimana diatur UU Pers.

"Polisi dapat bertindak seperti dimuat dalam Pasal 368 ayat (1) KUHP tentang pengancaman dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan (9) tahun. Undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999 juga dapat diterapkan. Negeri ini tak kan demokratis tanpa kebebasan pers, jadi kami mengawal ini dan akan berdampingan dengan para jurnalis agar polisi bertindak," katanya.

Agus mengatakan, kemerdekaan pers di Indonesia harus dilindungi. Karenanya ia meminta kepada para jurnalis agar tidak ragu dan berhenti memberitakan dugaan kasus korupsi di Indonesia dengan tetap mengacu kepada Kode Etik Jurnalistik. Termasuk para jurnalis di Provinsi Bangka Belitung.

Pihak kepolisian diminta memberikan perlindungan kepada jurnalis yang menjalankan tugas sebagaimana dijamin UU Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Pers.

"Korupsi marak, narkoba apalagi, itu musuh kita bersama. Ayo kawan-kawan wartawan jangan takut dengan ancaman-ancaman, tetaplah tegakkan panji kebenaran sebagai pelayan informasi publik untuk kebangkitan Indonesia," tukasnya.

Halaman
12
Penulis: Dody
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved