Cabuli Bocah SD, Tukang Mie Gulung Bayar Rp 5000 untuk Uang Tutup Mulut

Pelaku sempat mengajak korban bicara. Saat itu teman-teman korban sudah lebih dulu kembali ke tempat pemandian umum.

Cabuli Bocah SD, Tukang Mie Gulung Bayar Rp 5000 untuk Uang Tutup Mulut
googleimage
Ilustrasi

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Nasib Murdiono alias Dono (21), di 'ujung tanduk'. Si tukang mie gulung keliling asal Desa Cimohong Brebes yang menetap di Desa Petaling Mendobarat itu, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungailiat Supardi didampingi Kasi Intel Yoga Pamungkas diwakili Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ade Yuanita, Kamis (21/7/2016) memastikan, proses sidang sudah separuh jalan.

"Agenda pembacaan surat dakwaan pekan sebelumnya sudah kita lakukan di PN Sungailiat, begitu juga pemeriksaan lima orang saksi, termasuk korban sudah selesai," kata JPU Ade.

Pemeriksaan saksi kata JPU Ade dilakukan untuk memperkuat dakwaan bahwa Murdiono alias Dono, pelaku pencabulan yang dimaksud.

Dalam dakwaan disebutkan, bahwa Terdawa Mudiono alias Dono bin Casmun pada Hari Jamis Tanggal 14 April 2016 sekitar pukul 12.00 atau setidak-tidaknya sekitar waktu itu dalam tahun 2016 bertempat di kebun karet Desa Labu Puding Besar atau setidaknya pada suatu tempat termasuk dalam daerah hukum PN Sungailiat.

"Terdakwa melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa, melakukan tipu muslihat melakukan serangkaian kebohongan atau membujuk anak unuk melakukan atau memberikan dilakukan perbuatan cabul pada korban," kata JPU Ade seraya menyebutkan, Selasa (26/7) sidang akan dilanjutkan, dipimpin Ketua Majelis Hakim PN Sungailiat, Oloan Exodus Hutabarat.

Sementara itu, kasus ini mencuat berawal saat korban bocah SD, sebut saja namanya Bujang, dan teman-temanya pulang sekolah.

Sesampainya di rumah di Desa Labu Kcamatan Puding Besar, dia dan teman-teman, setelah mengganti pakaian, langsung mandi di pemandian umum desa setempat 14 April 2016 pukul 10.30 WIB.

Beberapa saat mandi di pemandian umum, kawanan bocah ini melihat jembatan putus di desa itu. Kemudian sekitar pukul 12.00, korban dan temannya ingin kembali ke tempat pemandian umum lagi, namun mereka bertemu seorang penjual mie gulung kelling, Terdakwa Murdiono alias Dono yang sedang istirahat di pingir jalan.

Pelaku sempat mengajak korban bicara. Saat itu teman-teman korban sudah lebih dulu kembali ke tempat pemandian umum.

Saat teman-teman korban lengah, pelaku menarik korban ke dalam sebuah kebun karet, dekat lokasi mereka bertemu. Di kebun karet itu pelaku memberikan uang Rp 3.000 pada korban agar menuruti perintahnya.

Pelaku membuka celana korban, dan pelaku memberikan uang tambahan Rp 2.000 agar korban tidak menceritakan ulahnya.

Kemudian pelaku menghisap kemaluan bocah ini berulang-ulang dan pelaku menindih korban seperti orang sedang pushup.

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved