Peserta PMB UBB Tegang Saat Dengar Suara Sirene

Semua peserta ujian tertulis PMB Mandiri UBB dengan tertib keluar dari 42 ruangan kelas tempat mereka mengerjakan soal.

Peserta PMB UBB Tegang Saat Dengar Suara Sirene
IST
Rektor UBB DR Ir Muh Yusuf mengawasi peserta ujian tertulis PMB Mandiri di Kampus UBB, di Balunijuk Kabupaten Bangka, Kamis (21/7/2016). 

Laporan Wartawan Bangkapos.com, dodi hendriyanto

BANGKAPOS.COM, BANGKA, -- Ditandai raungan bunyi sirene dengan durasi sekitar dua menit pada pukul 11.30 wib, pelaksanaan ujian tertulis Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Mandiri Universitas Bangka Belitung (UBB) yang diikuti 822 peserta berakhir, Kamis (21/07/2016).

Semua peserta ujian tertulis PMB Mandiri UBB dengan tertib keluar dari 42 ruangan kelas tempat mereka mengerjakan soal.

Satu per satu peserta mengambil tas masing-masing, lalu dengan tertib ke halaman parkir kendaraan, meninggalkan Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Merawang.

Awal pelaksanaan ujian tertulis PMB Mandiri UBB ditandai dengan bunyi raungan sirene panjang pada pukul 08.15 wib. Bunyi sirene pertama ini merupakan isyarat bahwa semua peserta PMB Mandiri -- baik untuk Kelompok Sainstek, Soshum maupun Campuran -- masuk ke ruang kelas.

Sirene dengan durasi bunyi lebih lama terdengar pada pukul 08.30 wib. Bunyi sirene ini menandai semua peserta mulai mengerjakan soal-soal ujian, setelah sebelumnya dua orang pengawas di setiap kelas dengan seksama memeriksa kesesuaian antara foto dengan wajah peserta.

PMB Mandiri UBB 2016 merupakan sesi terakhir penerimaan mahasiswa baru. Setelah sebelumnya UBB menerima baru melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Tahun ini UBB menerima 1.046 mahasiswa baru.

Maka tak heran, sebagian besar dari peserta PMB Mandiri menilai ujian tertulis yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam itu bak ‘last breath’ (nafas terakhir) untuk bergabung di UBB sebagai mahasiswa baru.Adalah wajar bila raut muka mereka tampak serius dan tegang.

Pelaksanaan PMB Mandiri UBB dipantau langsung oleh Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi, Wakil Rektor I Dr Ir Ismed Inonu MSi, Wakil Rektor II Prof Dr Agus Hartoko MSc dan tim Monev (monitor dan evaluasi UBB).

Mereka menyaksikan dan menilai tahap-tahap ujian tertulis, dan menyaksikan peserta mengerjakan semua soal. Termasuk menilai jarak antarkursi apakah sesuai dengan ketentuan (satu meter), dan kesediaan sarana pendukung lainnya, seperti alat penyejuk ruangan.

Pelaksanaan PMB Mandiri 2016 berlangsung di Gedung Babel 3, Timah 1, Timah 2 dan Dharma Pendidikan-Penelitian Fakultas Teknik UBB. Pembagiannya, Kelompok Sainstek di Gedung Babel 3 dan Timah 2, Soshum di Dharma Pendidikan, Dharma Penelitian, dan Timah I, serta Kelompok Campuran di Dharma Pengabdian dan Timah II.

Menilai pelaksanaan ujian tertulis ini, Muh Yusuf menegaskan berjalan lancar, aman dan tertib. Kondisi itu terwujud karena mengikuti semua tahapan yang telah distandarisasikan oleh Kementerian Ristek dan Dikti.

“Setiap ruangan kelas contohnya, diawasi oleh dua orang pengawas yang adalah dosen dan atau tenaga kependidikan UBB. Soal pun berbeda untuk tiap peserta, sehingga tidak memungkinkan mereka berpeluang mencontek. Dan, ini pun paling penting, yaitu jarak antarkursi pun sudah sesuai aturan: 1,20 meter,” ulas Muh Yusuf, dalam release yang dikirimkan Humas UBB Eddy Jajang JA, Kamis (21/7/2016) siang.

Dari sisi sarana pendukung, rektor mengungkapkan rasa bangganya karena setiap ruang kelas telah dilengkapi alat penyejuk ruangan, seperti ‘air conditioning’ dan kipas angin. Karena itu maka tiap ruangan yang berisi paling banyak 20 peserta ujian tetap terasa sejuk.

“Untuk kondisi ruangan atau kelas, UBB mendapat pujian dari Tim Monitor dan Evaluasi, Monev, dari Pusat,” ujar Muh Yusuf menambahkan pujian itu ia terima ketika Tim Monev Pusat memantau pelaksanaan SBMPTN di UBB beberapa bulan lalu. (*)

Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved