Jumat, 10 April 2026

Gawat, Pelecehan Seksual di Indonesia Sudah Jadi Budaya

Pelecehan seksual kini menjadi perhatian masyarakat di Indonesia. Sebab, kasus ini terus terjadi dan bergulir di masyarakat Indonesia

Editor: Iwan Satriawan
Kompas.com/ERICSSEN
Illustrasi pelecehan seks. 

BANGKAPOS.COM--Pelecehan seksual kini menjadi perhatian masyarakat di Indonesia. Sebab, kasus ini terus terjadi dan bergulir di masyarakat Indonesia. Lalu, mayoritas korban dari kasus pelecehan seksual adalah wanita.

“Pelecehan seksual di Indonesia ini sudah menjadi budaya,” ujar Mariana Amirudin, Ketua Sub Komisi Partisipasi Masyarakat kepada Kompas.com saat ditemui di Komnas Perempuan di Jakarta, Kamis (21/7).

Menurut data dari survei yang dilakukan oleh Lentera Sintas Indonesia dan Magdalene.co, yang bekerja sama denan Change.org Indonesia, sebesar 5.995 wanita yang menjadi responden mengaku pernah mengalami kekerasan seksual dalam berbagai bentuk.

Akan tetapi, para korban ini kebanyakan tidak mau menceritakan atau melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib.

Seperti yang ditemukan dalam survei tersebut, 93 persen dari 1636 responden yang mengalami pemerkosaan tidak melaporkan kasusnya karena berbagai macam faktor.

Survei ini menemukan setidaknya sepuluh alasan yang membuat korban tidak mau melaporkan pelecehan seksual tersebut kepada penegak hukum.

Faktor yang paling utama adalah karena korban takut disalahkan. Selain itu, mereka juga takut tidak didukung oleh keluarga, diintimidasi atau diancam.

Kemudian, mereka juga takut untuk melapor karena ketakutan terhadap mahalnya biaya bantuan hukum.

Pelecehan yang dialami sewaktu kecil juga membuat korban tidak melaporkan kasusnya, sebab mereka tidak mengerti bahwa hal tersebut adalah pelecehan seksual.

Sementara itu, ketika korban adalah orang dewasa, mereka pun tidak mau kehilangan pekerjaan akibat kasus yang dialami.

Lebih memprihatinkan lagi adalah ketika pelaku pelecehan adalah keluarga. Hal ini menyebabkan korban tidak melapor karena ingin menjaga perasaan keluarga dan tidak mau membuka aib keluarga.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved