Kamis, 9 April 2026

Demi Lakukan Ritual Berhubungan Seks, Gadis-gadis Perawan Rela Membayar Pria Ini

Eric Aniva dibayar dari £ 3 (sekitar Rp 50 ribu) sampai £ 5 (sekitar Rp 86 ribu) untuk berhubungan seks dengan gadis-gadis

YouTube
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Seorang pria yang terinfeksi HIV menceritakan dia dibayar untuk berhubungan seks dengan gadis-gadis setelah mereka mencapai pubertas di desa terpencil di Malawi, Afrika bagian selatan.

Dilansir dailymail, Eric Aniva dibayar dari £ 3 (sekitar Rp 50 ribu) sampai £ 5 (sekitar Rp 86 ribu) untuk berhubungan seks dengan gadis-gadis selama tiga hari setelah menstruasi pertama mereka 

Jika mereka menolak itu, keluarga mereka atau bahkan seluruh desa akan dikutuk .Tapi pekerjaan Aniva ini tidak digolongkan sebagai pemerkosaan, ini disebut 'pembersihan seksual'. Dia dikenal sebagai 'hyena' daripada predator seksual .

 

Eric Aniva (BBC Via Dailymail)

"Beberapa gadis bahkan baru berusia 12 atau 13 tahun, tapi saya lebih memilih mereka yang lebih tua," Aniva kepada BBC. "Semua gadis-gadis ini menemukan kepuasan dalam memiliki saya sebagai hyena mereka."

"Mereka benar-benar bangga dan memberitahu orang lain bahwa orang ini adalah pria sejati , dia tahu bagaimana untuk menyenangkan seorang wanita . "

Sang Hyena disewa oleh sesepuh desa untuk melaksanakan 'pembersihan seksual' di inisiasi kusasa Fumbi tradisional di beberapa bagian Malawi selatan.

Ketika ditanya tentang moralitas praktek kejam ini, salah satu tetua perempuan mengatakan kepada BBC: "Kita harus melatih gadis-gadis kami dengan cara yang baik di desa, sehingga mereka tidak tersesat."

"Serta menjadi istri yang baik sehingga suami puas dan tidak ada yang buruk terjadi pada keluarga mereka." Aniva mengaku telah tidur dengan lebih dari 100 perempuan dan anak perempuan.

Dimana dia juga berhubungan seks dengan janda sebelum suami mereka diizinkan untuk dimakamkan. Istri Aniva, Fanny mengatakan ia membenci ritual tersebut, yang dilakukan padanya ketika suami pertamanya meninggal.

Seorang gadis yang terpaksa tidur dengan Aniva mengatakan dia hanya setuju karena dia 'takut'. Maria mengatakan kepada BBC: "Jika aku menolak, anggota keluarga saya bisa diserang dengan penyakit - bahkan kematian - jadi saya takut."

Yang mengejutkan Aniva mengatakan ia tidak akan membiarkan 'hyena' tidur dengan putrinya sendiri . Dia mengatakan bahwa ia sekarang telah menghentikan praktek tersebut. Sebuah organisasi amal berusaha untuk menghentikan praktek ini dengan sanksi sosial melalui pendidikan .

Dr Howard Kasiya, seorang ahli kesehatan mengatakan: 'Malawi memiliki salah satu tingkat tertinggi kematian ibu di dunia dan 10 persen dari populasi adalah HIV - positif." Ketika anak perempuan dipaksa untuk tidur dengan ' hyena ' mereka sering kemudian didorong ke perjodohan .

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved