Lipsus Bangka Pos

Siswi SMP Nongkrong Larut Malam di Pangkalpinang, Satpol PP Mengaku Sering Begini

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pangkalpinang, Abdullany mengaku pihaknya kerap melakukan patroli untuk membubarkan maupun

Siswi SMP Nongkrong Larut Malam di Pangkalpinang, Satpol PP Mengaku Sering Begini
bangkapos/agus nuryadhyn
Kasat Polisi Pamong Praja Pemkot Pangkalpinang Abdullany SH 

 BANGKA POS.COM-- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pangkalpinang, Abdullany mengaku pihaknya kerap melakukan patroli untuk membubarkan maupun mengamankan aktivitas nongkrong yang dilakoni para remaja di tempat tempat yang minim penerangan di kota Pangkalpinang.

Meski begitu, ada beberapa kendala yang dihadapi dalam tindakan tersebut. Selain para remaja itu akan kembali berselang beberapa saat setelah dibubarkan, Satpol PP kesulitan mengidentifikasi mereka yang berstatus pelajar dalam rombongan nongkrong tersebut.

"Untuk yang minum minum sampai saat ini kami dapati bukan anak sekolah, anak anak remaja, dan beberapa orang yang kami amankan di kantor mereka membuat pernyataan. yang jelas kalau ada nongkrong itu kita bubarkan," kata Lany saat ditemui bangka Pos, Senin (25/7).

"Sat Pol PP melakukan patroli rutin mereka mereka yang nongkrong ini kami bubarkan, yang menjadi kendala kami adalah setelah kami bubarkan mereka kembali lagi dengan keterbatasan personil kita tidak bisa menunggui karena banyak juga tempat lain yang menurut kami rawan," lanjutnya.

Lanny mengatakan patroli dilakukan Satpol PP mulai pukul 20.30 WIB. Berselang dua jam, kegiatan serupa dilakukan hingga pukul 01.00. Beberapa tempat menjadi fokus patroli, di antaranya adalah kawasan Tampuk Pinang Pura.

Menurutnya, tidak adanya penentuan jam malam di Pangkalpinang membuat Satpol PP tidak memiliki ketentuan baku untuk menindak mereka yang masih nongkrong pada jam jam tertentu. Oleh karena itu pihaknya mulai melakukan patroli pada jam tertentu saja.

Lanny membeberkan terdapat beberapa tempat rawan yang dijadikan remaja tidak hanya untuk berkumpul semata namun juga untuk menegak minuman keras sehingga pihaknya lebih terfokus pada kawasan tersebut. Ia tidak memungkiri kawasan kawasan tersebut memang minim penerangan oleh karena itu diperlukan perhatian khusus untuk meminimalisir tindak kriminalitas maupun meresahkan masyarakat.
"Ya kami bubarkan anak di jalan, dan kedepan kami akan lebih selektif lagi untuk continue tapi kedepan akan lakukan terus patroli tidak hanya itu di Pasir Padi, stadion, Pasir garam, Depati Amir, Terminal Selindung, Girimaya, Keramat ini juga jadi lokasi patroli kami," kata Lany.

Dia menyebutkan pihaknya tidak menutup mata akan kondisi ini, namun pihaknya saat ini masih belum melakukan penindakan melainkan hanya pada teguran semata. Ia menyebutkan puncak keramaian nongkrong terjadi pada malam minggu dan terjadi hingga larut malam.

"Tapi kalau pada malam hari kedepan akan tetap lakukan patroli, ya memang sampai saat ini kami memang belum melakukan penindakan tapi kami masih pada teguran, belum kami tindak kecuali yang memang kami ketemu di tempat tempat kos. Kalau malam minggu kami akui memang sampai larut malam seperti sampai jam 12an sampai jam 1 lah tapi kalau malam lain tidak terlalu larut," sebutnya.
Lebih ketat

Untuk memberikan efek jera bagi mereka yang nongkrong ini khususnya pelajar. Kedepan Lanny menegaskan pihaknya tidak hanya mengamankan remaja yang terindikasi yang meminum minuman keras saat nongkrong saja, melainkan juga akan mengamankan mereka yang hanya ngobrol jika memang sudah larut malam akan diserahkan pada orangtua dan dilaporka pada pihak sekolah jika masih berstatus pelajar.

"Kedepan kami lebih ketat lagi nanti kalau yang nongkrong dan ketangkap akan kami amankan ke kantor walaupun hanya sekedar nongkrong atau apapun biar orang tuanya yang mengambil, dulunya hanya yang teridentifikasi minuman keras yang kami amankan. Tapi sekarang walaupun belum ada jam malam yang nongkrong nongkrong juga akan kami amankan ke kantor kami data dan sebagainya sehingga ada efek jera," tegasnya.

Ia tidak memungkiri aktivitas nongkrong yang juga dibarengi dengan miras akan menimbulkan tindakan kriminalitas. Oleh karena itu pihaknya akan lebih intensif lagi dalam melakukann patroli dan akan selektif untuk melihat apakah itu pelajar atau bukan sehingga dapat diamankan dan dibina.

"Kalau nongkrong diikuti dengan minum minuman keras akan memicu kriminal, tapi kalau hanya mengobrol saya pikir tidak. makanya ketika ada indikasi minuman beralkohol itu yang kami bubarkan dan amankan. Kalau udah diatas jam 12 semuanya kami bubarkan baik yang ngobrol, kita tidak ada jam malam dan kedua kami tidak tau mereka ini pelajar atau tidak mereka susah identifikasi karena pakaian bebas tapi kalau anak PUNK kami amankan apalagi yang sudah mencolok dan ciri khas," sebutnya.

Ia menyebutkan untuk tahun 2016 pihaknya sudah mengamankan remaja dari aktivitas nongkrong itu, oleh karena itu ia menghimbau kepada orang tua agar lebih peduli untuk meningkatkan pengawasan kepada anak anak diluar rumah. Selain itu pihaknya akan meningkatkan volume patroli untuk mengurai masa sehingga aktivitas ini dapat diminimalisir.

"Saya mohon, mengimbau kepada orang tua kalau anak anak yang malam jangan disuruh keluar, karena mereka masih pelajar dan ini kan masih malam untuk belajar. Jangan hanya mengandalkan aparat dan pemerintah nggak tercover karena banyak daerah rawan seperti terminal, kami datang mereka kita bubarkan," tandasnya.(*)

Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved