Ayo Kenali 5 Jenis Pewarna Makanan Berbahaya Dalam Makanan Kita Sehari-hari

Bukan permen cokelat saja, produk dan bahan makanan kemasan lain, termasuk, minuman dan bahkan obat-obatan, serta pakaian

Ayo Kenali 5 Jenis Pewarna Makanan Berbahaya Dalam Makanan Kita Sehari-hari
Shutterstock
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM--Bukan permen cokelat saja, produk dan bahan makanan kemasan lain, termasuk, minuman dan bahkan obat-obatan, serta pakaian mungkin saja mengandung pewarna karsinogenik.

Beberapa pewarna tersebut masih diizinkan digunakan dalam takaran tertentu, termasuk di negara kita.

Pusat Ilmu Pengetahuan untuk Kepentingan Umum (The Center for Science in the Public Interest atau CSPI) di Amerik Serikat, menyatakan, "Kami menganjurkan Anda untuk menghindari pewarna karamel serta pewarna makanan sintetis lainnya seperti Red 40, Yellow 5 dan 6, serta Blue-1." Apa alasannya, berikut paparannya.

1. Red 40

Di rumah, es krim strawberry sundae mungkin dibuat dengan buah yang nyata, tetapi restoran cepat saji (setidaknya di Amerika) menggunakan kombinasi Red 40, sirup jagung dan beberapa buah asli yang telah diproses.

Red 40 berisi benzidene, yang disinyalir bersifat karsinogen. Beberapa obat anak-anak berbentuk sirup juga mengandung pewarna ini. Red 40 ini bisa bersembunyi di mana saja termasuk corn flake, minuman ringan, dan permen. Takaran yang aman menurut FDA: Tujuh miligram perkilogram berat badan

2. Blue 1

Pernahkah Anda memerhatikan warna biru samar pada kaki Anda setelah mengenakan jins baru? Nampaknya, tak ada yang berbahaya dengan hal ini, tapi ada kemungkinan zat pewarna ini meresap melalui organ terbesar Anda yaitu kulit.

"Berbeda dengan pewarna makanan lainnya, Blue-1 dapat melintasi penghalang darah-otak," tambah Lefferts. Blue 1 dapat menyebabkan kerusakan sel-sel saraf dan kanker, kerusakan kromosom, reaksi alergi dan perubahan perilaku.

Beberapa jenis dan merk permen, makanan penutup dan produk kebersihan ggi diketahui mengandung Blue-1 sekalipun warnanya tidak biru. Takaran yang aman menurut FDA: 12 miligram perkilogram berat badan.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved