Rabu, 13 Mei 2026

Di 'Pasar Pengantin' ini, Gadis-gadis Perawan Dijual Hanya 3 Jutaan Rupiah

Sebuah pasar di Negara Bulgaria sepertinya menjadi pasar yang paling aneh di Dunia. Betapa tidak, di pasar ini

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
jodihilton.photoshelter.com
Gadius-gadis ini siap diperjualbelikan di pasar pengantin di Bulgaria. 

BANGKAPOS.COM--Sebuah pasar di Negara Bulgaria sepertinya menjadi pasar yang paling aneh di Dunia.

Betapa tidak, di pasar ini bukan barang kebutuhan pokok yang dijual, tapi seorang anak gadis yang masih perawan.

Kegiatan tempat ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun dan lebih tepatnya disebut perayaan.

Pasar ini diberi nama 'Pasar Pengantin'.

Disebut pasar pengantin karena di lokasi ini para gadis dan pemuda bertemu.

Uniknya, di para orang tua membawa anak gadisnya yang sudah didandani untuk 'dijual' ke pemuda yang sudah menunggu di pasar tersebut.

Dikutip dari laman News.com.au, saat itu para gadis remaja Kalaidzhim mengenakan pakaian terbaik mereka, menggunakan lipstik, bedak juga minyak wangi.

Mereka mempersiapkan diri untuk menjadi peserta dalam perayaan 'pasar pengantin' tradisional yang telah berlangsung lama di kota itu.

Perayaan itu sendiri merupakan acara di mana para gadis perawan 'dijual' oleh para orangtua mereka, kepada pria yang menawar anak gadis tersebut dengan harga yang tinggi.

Gadis yang berhasil dibeli akan langsung jadi pengantin dan dinikahkan dengan pria tersebut.

Tradisi pasar pengantin itu dilaksanakan empat kali dalam satu tahun.

Ketika acara berlangsung, para gadis akan dibawa orangtua mereka menuju tempat perayaan dan dijual kepada penawar tertinggi.

Karena perayaan itu pula, seorang gadis bisa berhenti sekolah karena harus menikah dengan pria yang membelinya.

Foto dan video "Pasar Pengantin ' diungkap Milene Larsson yang melakukan perjalan berpuluh kilometer untuk merekam seperti apa perayaan tersebut.

Dalam video berjudul 'Young Brides for Sale', Milene bertemu dengan keluarga Vera dan Christo yang sedang mempersiapkan dua putri mereka, Pepa dan Rossi, untuk 'dijual'.

"Pasar pengantin merupakan tradisi nenek moyang komunitas Kalidzhi yang masih dilestarikan hingga saat ini. Namun, sekarang para gadis lebih bebas untuk memilih siapa yang ingin mereka nikahi daripara sekedar pasrah di depan pembeli," kata Milene dalam keterangannya dalam video tersebut.

Meski demikian, Milene mengaku terkejut dengan praktek jual-beli gadis perawan itu.

Tentunya yang juga mengejutkan, harga gadis yang akan dijual itu hanya berkisar Rp 3-5 juta, tergantung penawaran.

Uang itu sebagai mahar bagi si pria untuk bisa menikahi gadis pilihannya.

Milene berpikir, pada zaman modern ini masih ada saja orang yang memperjual-belikan kebahagiaan.

"Tradisi itu membuat wanita terlihat seperti barang yang dapat diperjual belikan. Mereka seakan diciptakan hanya untuk mematuhi dan melayani suami mereka nanti, tanpa boleh memiliki ambisi sama sekali," lanjut perempuan itu.

Ibu mereka, Vera, sangat menunggu-nunggu hari tersebut.

"Jika perempuan sudah tidak lagi perawan sebelum menikah, mereka akan dipanggil pelacur dan wanita jalang," kata Vera.

"Gadis Kalaidzhi harus perawan saat menikah. Ini sangat penting karena banyak uang diberikan untuk keperawanan," kata Pepa.(*)

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved