Breaking News:

9 Fakta Menarik Sosok Fenomenal Gembong narkoba Freddy Budiman

Nama Freddy Budiman masih menjadi perbincangan hangat meskipun gembong narkoba tersebut kini sudah dieksekusi mati

Editor: Iwan Satriawan
Surya/Galih Lintartika
Warga berebut mengangkat keranda yang berisi jenazah Freddy Budiman saat akan dimakamkan di pemakaman umum Mbah Ratu, Krembangan, Surabaya, Jumat (29/7/2016). 

"Seperti itu yang saya rasakan. Setiap saya kerja (bisnis narkoba), pasti tertangkap, jadi hasilnya nol, berarti Allah tidak mengizinkan," katanya.

Dia saat itu mengaku sudah bertobat dan hanya berserah diri menhadapi eksekusi mati.

8. Ucap Takbir Saat Hadapi regu Tembak

Saat dieksekusi mati di Nusakambangan, Jumat (29/7/2016) Freddy Budiman mengenakan pakaian serba putih.
Ia mengenakan gamis putih dipadu celana putih.

Pria asal Surabaya tersebut pun mengucapkan kalimat takbir berkali-kali sebelum peluru yang dilesatkan regu tembak menembus tubuhnya.

9. Muncul Pengakuan Mengejutkan Setelah Dieksekusi

Koordinator KontraS, Haris Azhar dalam pesan singkatnya menceritakan bagaimana tereksekusi mati, Freddy Budiman pernah mengungkapkan dirinya memberi sejumlah uang kepada BNN sebagai 'Uang Setor' bisnis narkobanya.

"Dalam hitungan saya selama beberapa tahun kerja menyelundupkan narkoba, saya sudah memberi uang Rp 450 miliar rupiah ke BNN," ujar Freddy kepada Haris.

"Saya sudah kasih 90 miliar rupiah ke pejabat tertentu di Mabes Polri."

Haris menulis lengkap testimoni Freddy Budiman dan beredar luas di jejaring sosial.

"Bahkan saya menggunakan fasilitas mobil TNI bintang dua, di mana si jenderal duduk di samping saya ketika saya menyetir mobil tersebut dari Medan sampai Jakarta dengan kondisi di bagian belakang penuh barang narkoba. Perjalanan saya aman tanpa gangguan apapun,” cerita Haris, Jakarta, Jumat (29/7/2016).

Harris melanjutkan bahwa BNN juga pernah diberitahu mengenai keberadaan pabrik narkoba yang berada di Cina oleh Freddy.

Namun, petugas BNN tidak dapat melakukan apapun dan akhirnya kembali ke Indonesia.
Dari keuntungan penjualan, Freddy mengatakan dapat membagi-bagi puluhan miliar kepada sejumlah pejabat di institusi tertentu, termasuk Mabes Polri untuk mengamankan bisnis narkobanya.(*)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved