Sabtu, 2 Mei 2026

Kisah Freddy Budiman di Bangka, Buka Konter Ponsel dan Miliki Anak

Sebuah toko kacamata kesehatan menjadi saksi, tempat dimana Freddy Budiman berada di wilayah Kota Pangkalpinang di mulai tahun 2005.

Tayang:
TRIBUNNEWS.COM/Glery Lazuardi
Gembong narkoba Freddy Budiman di Cengkareng, Selasa(14/4/2015). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ajie Gusti Prabowo

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ternyata sosok Freddy Budiman sang gembong narkoba yang dieksekusi mati untuk menjalani hukumannya pernah tinggal di Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung.

Wartawan bangkapos.com melakukan penelusuran jejak rekamnya selama hidup dan kisah percintaannya dengan perempuan pulau Bangka yang juga merupakan mantan istri keduanya.

Sebuah toko kacamata kesehatan menjadi saksi, tempat dimana Freddy Budiman berada di wilayah Kota Pangkalpinang di mulai tahun 2005.

Ketika ditemui, Jumat (29/7/2016) sore, adik mantan istri kedua Freddy Budiman, BD nampak sibuk melayani pelanggannya di tokonya. ‎

Saat diminta untuk berbicara empat mata terkait kisah ini, pria yang masih berumur sekitar 30 tahunan lebih ini langsung mempersilahkan masuk ke bagian ruangan dalam toko.

Ia menceritakan kedatangan Freddy Budiman pertama kali menginjakan kaki di tanah pulau Bangka pada tahun 2005. Saat itu, Freddy muda yang datang dari Jakarta tidak memiliki apapun.

Kakak kandung Freddy menemani langkahnya ke Kota Pangkalpinang untuk mencari pekerjaan. Saat itulah, Orangtua BD mengajak Freddy untuk bekerja di toko kacamatanya.

Disanalah perkenalan Freddy dengan kakak perempuan BD yang kini telah berpulang ke maha kuasa, RD.

Setelah diajarkan berjualan, Freddy dibukakan sebuah kontel ponsel di dekat pusat perbelanjaan Ramayana Pangkalpinang.

Dari perjalanan itu, Freddy menikahi RD dan berhasil mendapatkan satu anak laki-laki yang kini berusia sekitar 12 tahun.

Usai menjalani pernikahan dan tinggal selama tiga tahun hingga tahun 2008, secara mengejutkan Freddy meninggalkan RD menuju Jakarta.

Tidak ada barang apapun yang dibawanya dari hasil kerjanya di Kota Pangkalpinang selama tiga tahun itu.

Setelah Freddy pergi ke Jakarta, kedua pasangan ini bersepakat untuk memutuskan bercerai.

Namun, tali komunikasi keluarga RD terus berlanjut hingga akhir eksekusi ini.

Saat hidup bersama keluarga besar RD, Freddy dianggap sosok yang baik dan bagus di mata keluarga asal Solo yang telah lama menetap di wilayah Bangka ini.

"Dari sini dia (Fredy) tidak bawa apa-apa saat meninggalkan Pangkalpinang, karena mungkin dia berpikir bahwa datang dengan nol, maka pergi dengan nol juga," ungkap BD.

Fredy yang datang ke Pangkalpinang pun diakui saat itu telah memeluk agama Islam. Setelah bercerai itu, RD kemudian menikah kembali, hingga akhirnya meninggal dunia.

Saat itu, anak Freddy Budiman yang masih berusia sekitar lima tahun sejak kepergian ibunya, di bawa oleh suami kedua mantan istri Freddy itu ke Palembang.

Terakhir kali, sekitar beberapa tahun lalu, keluarga BD sempat bertemu Freddy di Jakarta.

"Setelah tahu berita pertama kali tentang penangkapannya, kami sempat kaget dan tidak menyangka, karena disini tidak bawa apa-apa, apakah ada sesuatu itu kita tidak tahu," jelasnya.

Saat ini, orangtua BD yang sekaligus mantan mertua Freddy Budiman dari istri keduanya berangkat ke Surabaya untuk melihat kondisi mantan menantunya itu.

"Memang masih sering komunikasi, tidak terputus semenjak berpisah," tuturnya.

Minta Otak-otak dan Rendang

Sebelum di eksekusi mati atas kasusnya, ternyata Freddy Budiman sempat memesan otak-otak Bangka dan rendang buatan ibu mantan mertuanya. Hal itu terjadi sekitar tiga bulan lalu, sebelum Fredy dipindahkan ke Nusa Kambangan.

"Sempat minta otak-otak dan rendang, jadi kami kirim dari sini, tepatnya tiga bulan lalu lah," ungkap adik mantan istri kedua Freddy Budiman, BD saat ditemui di toko kacamata yang terletak di Kota Pangkalpinang, Jumat (29/7/2016).

Dari tiga istri Freddy Budiman sendiri didapati masing-masing tiga orang anak.

Dari istri pertama, Freddy memiliki satu orang anak laki-laki berusia sekitar 18 tahun yang baru lulus SMA.

Dari istri keduanya yang juga kakak BD, Freddy mendapatkan seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun.

Dan dari istri ketiganya, didapati anak perempuan.

Satu hari sebelum eksekusi mati, Freddy pun sempat melakukan komunikasi melalui ponsel kepada ayah dan kakak pertama BD.

"Dia cuma meminta maaf dan minta untuk menjaga anaknya dari kakak saya," katanya.

‎Orangtua BD pun menjawab hal itu dengan meminta Freddy untuk ikhlas atas semua yang dijalaninya.

"Malah sempat guyon kepada Freddy, bilangnya siapa tahu nanti disana (setelah kematian) ketemu sama kakak saya (RD) jadi bisa menyampaikan pesan yang selama ini belum tersampaikan," ujar BD.

‎Hingga proses jelang eksekusi pun, Freddy di temani keluarga besarnya salah satunya anak pria dari istri pertamanya yang juga dekat dengan keluarga BD sejak kecil.

"Anaknya sempat telepon ke orangtua saya dan nemenin Freddy terus, katanya anaknya itu nangis terus seharian, dan memang anak pertamanya itu dekat dengan kami karena pernah sempat sekolah dasar beberapa tahun di daerah Bukit Merapin Pangkalpinang," pungkasnya

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved