Jumat, 15 Mei 2026

Olahraga Tradisional Ini Menggunakan Bola Kelapa

Pohon kelapa dapat dimanfaatkan mulai dari akar, batang, buah, hingga daunnya.

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: edwardi
IST
Sipak Bula Kelapa yang ditampilkan pada Festival Olahraga Tradisional Bangka Belitung di Gedung Olahraga Bangka Selatan, Kabupatewn Bangka Selatan, 28 Juli lalu. 

Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Kelapa sering dinyatakan sebagai tumbuhan yang memiliki berbagai guna pada setiap bagiannya bagi kehidupan sehari-hari.

Pohon kelapa dapat dimanfaatkan mulai dari akar, batang, buah, hingga daunnya.

Tapi, Belitung Timur memanfaatkannya sebagai olahraga tradisional sepak bola serba kelapa.

"Harus seimbang, pergerakan kaki dan tangan harus sama karena ada tali yang diikat dan menhgubungkan antara (potongan-red)tempurung atau batok kelapa dan tangan. Gerakannya saat menendang atau bergerak harus dikendalikan melalui gerakan tangan dan kaki yang sinkron," beber satu dari sejumlah pemain Sipak Bula Kelapa' (Sepak Bola Kelapa-red) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Anjas sambil memperagakan gerakan yang ada dalam olahraga tradisional tersebut kepada Pos Belitung, Minggu (31/7/2016)

Berkat menampilkan Sipak Bula Kelapa', Beltim menyabet juara satu pada gelaran Fesival Olahraga Tradisional Bangka Belitung (Babel) 2016. Festival itu berlangsung di Gedung Olahraga Bangka Selatan, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, 28 Juli lalu.

Setidaknya ada lima kabupaten kota yang ikut pada festibal tersebut. Kabupaten Bangka dan Belitung diketahui tak mengirimkan kontingennya.

Anjas menjelaskan, sistem permainan Sipak Bula Kelapa' hampir serupa dengan sepak bola ataupun futsal. Skor dihitung berdasarkan masuk-tidaknya bola ke gawang."Permainan ini biasanya dimainkan anak-anak pantai juga," ujarnya.

Potongan batok kelapa yang ia sebutkan sebelumnya adalah 'sepatu' bagi para pemain Sipak Bula Kelapa'. Sambil dikontrol menggunakan tangan yang dihubungkan dengan tali, dengan 'sepatu' itulah para pemain menendang bola yang juga dibuat dari sabut kelapa.

Selain itu, kayu yang dibungkus dengan daun kelapa dibuat sebagai gawangnya. Tingginya sekitar satu meter dengan tanpa penjaga gawang murni.

Artinya, pemain boleh menghalau bola masuk tapi tak boleh menggunakan tangan.

Tim Beltim, kata Anjas, juga menggunakan baju adat dan diiringi musik daerah saat menampilkan permainan tersebut. "Saat tampil kami diiringi dengan musik seni daerah dari Sanggar Pinang Gading.," ujar Anjas.

Pada festival tersebut, Beltim bisa dibilang menjadi juara umum karena menjadi juara di dua cabang lainnya. Selain juara satu Sipak Bula Kelapa', Beltim menyabet juara dua cabang Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) dan juara satu cabang Aerobik.

"Dengan kerjasama, latihan, dan persiapan semua pihak yang maksilam, alhamdulillah hasilnya maksimal juga. Ini kami persembahkan untuk Belitung Timur," ucap Anjas. (*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved