Tug Boat Singapura Gagal Menarik Kapal Nica I yang Kandas di Selat Gelasa

Sebuah tug boat yang didatangkan langsung dari Singapura gagal mengevakuasi kapal kontainer Nica 1 yang kandas di Selat Gelasa

Tug Boat Singapura  Gagal Menarik Kapal Nica I yang Kandas di Selat Gelasa
ist
kapal bermuatan kontainer Nica I kandas 

BANGKAPOS.COM--Sebuah tug boat yang didatangkan langsung dari Singapura gagal mengevakuasi kapal kontainer Nica 1 yang kandas di Selat Gelasa, Ssebuah selat yang berada diantara pulau Bangka dan pulau Belitung provinsi  Kepulauan Bangka Belitung.

Sebanyak 15 awak kapal yang semuanya warga negara asing kini harus bertahan di atas kapal sembari menunggu muatan kontainer dipindahkan ke kapal lain.

“Sudah dicoba tarik, tapi tidak berhasil. Padahal tug boat asal Singapura itu kami perkirakan berkekuatan 2.000 tenaga kuda,” kata Nakhoda Kapal Patroli KNP 486 KSOP Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Efran Dinata didampingi Nakhoda Kapal Nica 1 Capt Relja Lazovic, Minggu (31/7/2016).

Menurut Efran, satu-satunya cara untuk menyelamatkan kapal adalah dengan memindahkan muatan kontainer ke kapal lain.

Gugusan karang tempat kapal Nica 1 terjebak hanya memiliki kedalaman 3 sampai 4 lima meter. Pasang air laut diperkirakan hanya setinggi 5 meter atau masih di bawah kedalaman standar lintasan kapal yakni 8 sampai 10 meter.

“Dari atas kapal saja bisa kita lihat gugusan karang di kawasan ini. Bahkan di beberapa titik ada yang menyembul ke permukaan. Mau tidak mau kontainer harus dipindahkan. Mereka akan berkoordinasi dengan agen di Indonesia untuk mendatangkan kapal pengangkut dari Singapura," papar Efran Dinata yang mengunjungi Selat Gelasa bersama Kasubsi Keselamatan dan Patroli KSOP Pangkalbalam, Harlansyah.

Kapal Nica I yang bermuatan 1,4 juta metrik ton kontainer dengan panjang 146 meter terperangkap gugusan karang Belvedere sejak dua pekan lalu. Kapal dengan kru berkebangsaan Cyprus ini bertolak dari Esperance, Australia, menuju Port Klang, Malaysia.

Kapal ber ABK 15 orang itu sendiri sudah sekitar dua minggu belakangan kandas dalam pelayaran dari Australia menuju Port Klang Malaysia.

Kasi Ops Basarnas Pangkalpinang, mengungkapkan sudah berupaya mengevakuasi ABK Nica I tetapi mereka menolak karena masih menunggu instruksi ownernya.
"Mereka menolak untuk di evakuasi. katanya menunggu instruksi Ownernya," ujar Asriyandi, Sabtu (30/7/2016).

Kandasnya NICA I menurut Asriyandi mendapat perhatian serius pihak terkait seperti KSOP, Lanal dan Basarnas.
"Kapal itu keluar alur pelayaran lalu kandas," ungkapnya

Pihak Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam, Kepulauan Bangka Belitung sendiri sudah mengirimkan bahan makanan untuk awak kapal bermuatan kontainer yang kandas di perairan laut Selat Gelasa.
Kapal Nica 1 ini bertolak dari Esperance Australia menuju Port Klang Malaysia dan terperangkap gugusan karang Belvedere. Sudah 15 hari kandas, kapal belum bisa dievakuasi karena penuh muatan.

"Hari ini kami kirimkan bantuan makanan berupa beras, telur, mie instan, air mineral dan obat-obatan. Ada 15 awak termasuk nakhoda," kata Kasubsie Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli, KSOP Pangkalbalam, Harlansyah di atas kapal patroli KPLP KNP 486, Sabtu (30/7/2016).

Bantuan makanan, lanjut Harlansyah, merupakan instruksi langsung dari Kementerian Perhubungan agar awak kapal tidak kekurangan makanan.(*)

Editor: tidakada016
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved