Inilah Akibatnya Jika Anda Berani Pakai Baju di Desa Bugil Ini

Bahkan, belakangan ini banyak orang yang suka bugil/telanjang di dunia maya, meski begitu sebenarnya mereka bukan kelompok nudis alias suka ...

Inilah Akibatnya Jika Anda Berani Pakai Baju di Desa Bugil Ini
www.bbc.co.uk
Aksi telanjang massal 

BANGKAPOS.COM -- Zaman dahulu manusia diciptakan dan beraktivitas tanpa memakai kain selembar apa pun alias telanjang. Lalu, kini muncul kelompok orang yang ingin kembali zaman kuno dengan menanggalkan pakaiannya alias bugil dalam beraktivitas.

Bahkan, belakangan ini banyak orang yang suka bugil/telanjang di dunia maya, meski begitu sebenarnya mereka bukan kelompok nudis alias suka telanjang di alam bebas.

Di sini, tentu kebiasaan itu dilarang keras, karena selain melanggar kode etik dunia IT, melakukannya sama dengan tidak mengindahkan larangan-larangan lain dalam tata kehidupan kita.

Namun, berbeda dengan aturan main di sebuah tempat bernama Kampung Telanjang. Justru, tempat ini memperbolehkan banyak orang untuk buka-bukaan alias telanjang karena kebanyakan mereka menganut paham naturisme.

Pengikutnya banyak, bahkan semakin lebih banyak lagi setelah lokasi ini dijadikan salah satu objek wisata Kampung telanjang terbesar di dunia.

Terletak di Perancis, Kampung Telanjang paling besar di dunia ini mempunyai nama The Village Naturiste. Letak persis kampung telanjang The Village Naturiste ini di Cap d’Adge, sebuah kota pesisir kecil yang berada dekat Montpellier.

Data terbaru menyebut kalau Kampung telanjang sudah punya 50 ribu lebih turis yang sengaja datang berkunjung ke sini, terutama pada musim panas. Nggak heran, kampung telanjang ini sudah seperti kota-kota wisata lainnya.

Selain dipenuhi keunikan yang tidak jauh berbeda dari kelompok pandati telanjang (nudis), perbedaannya di The Village Naturiste ini sudah memiliki fasilitas yang lebih modern seperti bank, supermarket, toko kacamata, salon, bahkan kantor pos, dan semua itu dijaga oleh para karyawan yang juga bertelanjang.

Nah, buat kamu yang beneran tertarik untuk mengunjungi tempat ini, setiap wisatawan akan dipungut pajak masuk sekitar Rp120 ribu.

Halaman
123
Editor: asmadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved