Jumat, 24 April 2026

Kisah Ganika, Kehidupan PSK Kelas Elit di Masa Lalu

Bukannya dikecam, para pelaku prostitusi pada zaman dahulu justru mendapat kedudukan yang terhormat dalam masyarakat.

Editor: fitriadi
net
Ilustrasi Ganika 

BANGKAPOS.COM - Prostitusi, meskipun merupakan kegiatan yang punya arti negatif, tetap saja bisa dengan mudah ditemukan.

Ya, aktivitas menjajakan diri ini ternyata sudah ada sejak masa kerajaan dulu.

Bahkan di zaman dahulu, ada beberapa jenis prostitusi yang justru dilegalkan.

Bukannya dikecam, para pelakunya justru mendapat kedudukan yang terhormat dalam masyarakat.

Salah satunya adalah praktik prostirusi Ganika yang berasal dari India.

Tak seperti wanita-wanita biasa yang berkecimpung di ranah ini, Ganika sangat terhormat bahkan punya kedudukan yang tinggi.

Ia pun tak melayani rakyat biasa, tapi raja dan juga para bangsawan lainnya.

Meskipun mereka punya kedudukan tinggi, tapi pada kenyataannya, Ganika tetap saja alat pemuas.

Nah berikut merupakan fakta-fakta tentang Ganika.

1. Semua ganika menawan

Sama seperti kegiatan serupa, nilai jual utama para Ganika adalah penampilan mereka.

Ya, dalam sejarah tertulis kalau para wanita penghibur elit ini cantik-cantik semua.

Tak hanya soal wajah, tapi juga bentuk tubuh yang bikin para pria menelan air liur.

Soal cantiknya Ganika, diceritakan pula jika kecantikan mereka sampai membuat masyarakat mengidolakannya.

Bahkan mereka juga dianggap simbol kemakmuran dan kesejahteraan.

2. Bebas dari cercaan

Terpilih menjadi Ganika justru merupakan sebuah kehormatan untuk wanita di zaman itu.

Alasannya, hal tersebut jadi bukti jika mereka memang cantik, serta juga tentang kehidupan yang lebih baik.

Ya, hidup di kalangan raja, Ganika sangat terjamin segalanya.

Meskipun begitu, Ganika harus memenuhi satu syarat yang seringkali membawa konflik batin.

Ini adalah tentang larangan bagi mereka untuk memiliki suami.

Selamanya, Ganika tak boleh menikah.

Sampai kapan pun tubuh mereka dimiliki oleh raja dan orang-orang terpandang.

Uniknya, status tak menikah Ganika sama sekali tidak dipermasalahkan oleh masyarakat.

3. Dijaga oleh kerajaan

Meskipun pekerjaan mereka adalah wanita penghibur, tapi mereka sangat dihargai oleh kerajaan.

Selama hidup di kalangan elit ini, para Ganika akan dijamin segalanya.

Bahkan mereka sepertinya juga dilayani layaknya wanita-wanita bangsawan.

Tak hanya itu, ketika para Ganika sudah agak tua, mereka pun diberhentikan dari aktivitas tersebut.

Mereka kemudian dipekerjakan di kerajaan. Entah sebagai tukang masak, perawat, atau pelayan.

4. Hukuman mengerikan untuk Ganika

Secara umum kehidupan Ganika terlihat menyenangkan.

Hanya melayani kaum elit serta hidup dengan nyaman.

Meskipun demikian, ada satu masa di mana Ganika akan mendapatkan perlakuan keji.

Ya, ketika mereka tak mau melayani tuannya, maka para wanita penghibur ini akan mendapatkan hukuman yang sangat berat.

Setidaknya ada dua hukuman yang bakal diterima Ganika ketika mereka menolak perintah.

Pertama adalah dicambuk di muka umum sebanyak seratus kali, dan yang kedua adalah denda sejumlah besar uang.

Begitu ngerinya hukuman ini membuat Ganika mau tak mau harus melayani tuannya apa pun yang terjadi.

Sumber: Tribun Solo
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved