Rabu, 10 Juni 2026

Kisah Waria Jadi Pelampiasan Birahi Para Napi di Penjara

Mary mengakui dia salah, dia seharusnya tidak mencuri mobil yang menempatkan dia di penjara di tempat pertama

Tayang:

BANGKAPOS.COM -- MARY tak pernah membayangkan, hukuman untuk kasus pencurian mobil yang dilakukannya telah membawanya ke dalam "neraka".

Kisah ini berawal ketika Mary, -- bukan nama sebenarnya, menginjakkan kaki di gerbang sebuah penjara di Boggo Road, Queensland, Australia.

Mary mengakui dia salah, dia seharusnya tidak mencuri mobil yang menempatkan dia di penjara di tempat pertama, tapi dalam pikirannya, dia adalah seorang wanita.

Saat ia melangkah ke ruang tunggu di penjara, dia merasa semua mata memperhatikannya.

Dia tidak bisa mengerti mengapa dia terlempar di antara pria.

Menurut Mary, ia diperkosa sekali sehari, kadang-kadang bahkan lebih.

Ketika Mary berhasil melewati penerimaan penjara ia diperintahkan untuk membuka pakaian.

Tatapan penuh ancaman saat ia berbalik untuk pemeriksaan tubuh rutin. Berita menyebar kalau dia transgender.

Dia duduk di sel penjara, dikelilingi oleh beberapa tahanan laki-laki yang sedang menunggu pengadilan, atau yang baru saja kembali.

"Anda pada dasarnya ditetapkan atas dengan percakapan tentang dilindungi dengan imbalan seks," kata Mary news.com.au.

Dia akhirnya dibawa ke sel di mana ia akan tinggal dan dalam beberapa menit setelah tiba, ia didekati oleh banyak pria.

"Mereka baik mencoba untuk memanipulasi Anda atau mengancam Anda menjadi semacam kontak seksual dan kemudian, setelah Anda melakukan ancaman diminta seks, maka Anda sasaran empuk seperti orang lain ingin bagian mereka dari seks dengan Anda, yang lebih seperti pemerkosaan daripada seks konsensual, "katanya.

Maria tidak pernah ingin berhubungan seks dengan tawanan, dia bilang dia hanya melakukannya karena ia begitu takut.

“Setiap kali saya berkata tidak, dan mencoba menolak mereka, maka setiap kali itu pula mereka memaksa. Tidak hanya satu atau dua orang, mereka berkelompok," kata Mary.

Sejak saat itulah, Mary hidup dalam ketakutan selama tahun-tahun berikutnya.

"Seharusnya, saya tidak mencuri mobil yang membawaku ke dalam penjara itu," ungkap Mary yang mengaku tak mengerti kenapa dia dijebloskan ke penjara pria.

Selama masa penjaranya, Mary dilabeli sebagai narapidana berisiko. Hal ini menyusul tiga kali upaya melarikan diri yang dilakukannya.

“Itu artinya saya harus hidup dalam pengamanan maksimum, dengan sebagian besar narapidana pelaku kekerasan," ungkap dia.

“Saya enggak mencoba kabur untuk hal lain, saya cuma pingin kabur dari kekerasan seks yang saya alami," ungkap dia lagi.

Pengalaman hidup di Boggo, diakui Mary, merupakan yang terburuk dan paling keji yag pernah dia jalani.

Mary mengaku, selama empat tahun masa penjara, ada tak kurang dari 2.000 kali kekerasan seksual yang dialaminya.

“Itu tindak perkosaan, dan saya dicambuk, dihancurkan, dan saya melakukan itu untuk bertahan hidup. Tapi upaya bertahan hidup yang saya lakukan pada dasarnya cuma untuk kenikmatan narapidana lain,” kata dia.

“Ini benar-benar neraka, dan saya serasa mati, inilah hukuman yang harus saya jalankan," kata dia.

Dia percaya wanita transgender diperkosa karena mereka terlihat seperti perempuan.

Mary memiliki payudara, tapi tidak operasi kelamin, dan kata pria hanya menginginkan seks.

Dia menceritakan kisahnya setelah seorang wanita transgender di WA dimasukkan ke dalam penjara laki-laki di Perth awal tahun ini.

Tapi ini adalah sesuatu yang terjadi di seluruh dunia.

Tara Hudson

Tahun lalu, transgender wanita Tara Hudson menghabiskan seminggu di sebuah penjara semua laki-laki di Gloucestershire di mana dia disiksa.

Dia dipindahkan ke sebuah penjara wanita setelah orang menandatangani petisi.

Vicky Thompson

Juga tahun lalu, transgender wanita Vicky Thompson ditemukan tewas di penjara semua laki-laki di Armley.

Pengacaranya telah mendorong untuk mendapatkan dia ke penjara wanita sebagai Thompson mengatakan kepada teman-teman ia akan bunuh diri jika ia harus menjalani hukuman di sebuah penjara laki-laki.

Mary mengatakan dia tidak bisa mengerti mengapa hal itu terjadi.

"Orang-orang harus berpikir jika Anda pergi ke sebuah penjara wanita, Anda akan memperkosa wanita dan Anda tidak - itu tidak masuk akal," kata Mary.

"Aku lebih suka mati daripada masuk penjara lagi dalam hidupku."

Mary mengatakan perempuan transgender yang memiliki operasi pergantian akan dimasukkan ke dalam penjara wanita, tapi percaya mereka yang diidentifikasi sebagai perempuan harus memiliki hak yang sama.

"Anda telah melihat seorang psikiater, disetujui untuk menjadi hormon dan yang memakan waktu dua tahun," katanya.

"Aku terlihat seperti seorang wanita dan saya pikir jika orang transgender adalah asli dan mereka hidup sebagai lawan jenis, maka mereka harus ditempatkan di sebuah penjara perempuan, bahkan jika Anda berada di sayap Anda sendiri.

Sumber : http://www.news.com.au/

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved