Lipsus Harian Bangka Pos

Menelusuri Sosok Terduga Penyelewengan Rp 1,9 Miliar, Bendahara Bansos Berubah Misterius

Pasca dikabarkan terlibat dugaan penyelewengan dana Bantusan Sosial Rp 1,9 miliar, SP, mantan Bendahara Bansos

Menelusuri Sosok Terduga Penyelewengan Rp 1,9 Miliar, Bendahara Bansos Berubah Misterius
dok
ilustrasi 

BANGKA POS.COM-- Pasca dikabarkan terlibat dugaan penyelewengan dana Bantusan Sosial Rp 1,9 miliar, SP, mantan Bendahara Bansos Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Bangka sulit ditemui.

Tak hanya di kantor, SP juga tidak ada di rumah yang ditempatinya di kawasan Kampak, Pangkalpinang.

Kepala Seksi Perbendaharaan DPPKAD Bangka, Kesuma Ningrad mengaku kesulitan menghubungi SP, Kamis (28/7) lalu. Padahal sehari sebelumnya, SP masuk kerja.

"Hari ini nggak lihat dia (SP) masuk, kemarin Rabu (27/7) masuk sebentar. Dia izinnya nggak ke saya tapi ke kepala dinas langsung. Kalau dia nggak masuk kerjaaannya terbengkalai karena nggak ada yang meng-handle kerjaannya" kata Kesuma saat ditemui Bangka Pos di Kantor DPPKAD Bangka, Kamis (28/7).

Sekretaris DPPKAD Bangka, Susilawati mengatakan SP masuk kerja pada Rabu (27/7) setelah mendapat teguran. Sebelumnya SP tidak masuk kerja sejak Jumat (22/7). Dia mengajukan izin secara lisan dengan alasan kesehatan. Kala itu Susilawati mengaku SP menghubungi melalui telepon.

"Hari ini sudah berkantor, ada teguran lisan dari kabid perbendaharaan, tetapi dia masuk bukan karena teguran karena hari pertama saja dia mau masuk cuma pas telpon saya pas lihat foto di koran itu dia izin dan saya dengar juga batuk berat dan izin secara lisan alasannya sakit," kata Serketaris DPPKAD Bangka, Susilawat saat ditemui Bangka Pos Rabu (27/7).

Susilawati mengatakan SP koorperatif dalam menjalankan pemeriksaan, ia juga menilai SP sebagai staf yang sama dengan stafnya yang lain. Ia menyebutkan SP menjabat sebagai bendahara pengeluaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) Bansos sejak tahun 2012 silam.

"Kalau dalam pekerjaan ya biasa aja maksud saya bukan orang yang berprestasi tapi kalau dibilang jelek juga tidak jelek karena bendahara, status kepegawaiannya pendidikannya D3, dia juga membaur dengan staf yang lain, SP menjadi PPKD bendahara bansos 2012," ujar Susi.

Bukan hanya Bansos

Susi menejelaskan dana 1,9 M yang mejadi temuan BPK bukan hanya dana Bansos saja melainkan juga termasuk pajak administrasi. Menurutnya temuan BPK tersebut untuk dimintai surat pertanggungjawaban (SPJ) dari dana yang keluar.

Halaman
123
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved