Lipsus Harian Bangka Pos

Menelusuri Sosok Terduga Penyelewengan Rp 1,9 Miliar, Bendahara Bansos Berubah Misterius

Pasca dikabarkan terlibat dugaan penyelewengan dana Bantusan Sosial Rp 1,9 miliar, SP, mantan Bendahara Bansos

Menelusuri Sosok Terduga Penyelewengan Rp 1,9 Miliar, Bendahara Bansos Berubah Misterius
dok
ilustrasi 

Susi enggan menjawab saat dikonfirmasi terkait akan keterlibatan oknum lain dalam dugaan penyelewengan dana Bansos kematian itu. Ia meminta wartawan untuk menanyakan langsung hal tersebut pada pemeriksa.

"Saya nggak tau ada yang terlibat lagi atau tidak itu ranahnya pemeriksa, ya silahkan tanya dengan pemeriksa, kalau kita di sini sudah lepas," jelasnya.

Menurut Susi mekanisme dana pencairan bansos kematian berbeda dengan pencairan bansos pada umumnya.

"Untuk dana bansos meliatkan perbendahaaran, ke masing-masing kecamatan kalau proposal lengkap untuk santunan kematian mekanismenya adalah dari UPT Kecamatan ada yang meninggal dan ahli warisnya mengajukan nanti diserahkan ke UPT kami nanti begitu lengkap langsung dibawa kebendahara. Kalau untuk santunan kematian ini proposal yang sudah diterima kecamatan dan kwitansi langsung di bawa ke SP itu yang saya bilang SPJ," jelasnya. (o1/o2)

Jejak Bendahara Bansos
- 21 Juli 2016, SP masuk kerja setelah 10 hari cuti lebaran. Dia langsung diantar ke Kejaksaan Negeri Sungailiat untuk memenuhi panggilan jaksa terkait dugaan penyelewengan dana bansos.
- 22 Juli 2016, SP meminta izin kerja dengan alasan sakit.
- 27 Juli 2016, SP masuk kerja setelah ditegur karena belum juga masuk sejak meminta izin pada Jumat (22/7).
- 28 Juli 2016, Kasi Perbendaharaan DPPKAD Bangka, Kesuma Ningrad mengaku tidak melihat SP masuk kerja.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved