Penjambret Beraksi di Pasir Putih, Ibu Guru Jadi Korban
Perampasan barang milik pengendara sepeda motor terjadi lagi di dekat jalan Toko Stokist Tianshi Pasir Putih
BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG - Perampasan barang milik pengendara sepeda motor terjadi lagi di dekat jalan Toko Stokist Tianshi Pasir Putih, Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang, Sabtu (30/7) jelang tengah hari.
Peristiwa itu menimpa seorang guru bernama Yuyun Siti (38), warga Gang Mantri Bukit Baru Kecamatan Pangkalbalam. Korban pun langsung melaporkan kejadian itu beberapa jam setelahnya ke Polres Pangkalpinang.
Menurut informasi yang dihimpun dari kepolisian, saat kejadian, korban sedang berkendara sendirian dan tengah berhenti di ruas jalan itu. Saat itu, secara tiba-tiba sebuah sepeda motor jenis Honda Beat warna hitam datang dan memepet kendaraan korban dari sebelah kanan motornya.
Secara mengejutkan, pelaku yang masih dalam penyelidikan ini langsung menarik tas rajutan berwarna hijau tosca yang ditaruh korban di tengah motor. Korban yang terkejut lalu berusaha langsung mengejar pelaku.
Namun, karena terlalu cepat, pelaku akhirnya hilang dari pandangan korban. Dalam tas korban tersebut berisikan surat penting beserta uang tunai senilai Rp 400 ribu. Selain itu dua buah ponsel dan STNK kendaraannya ikut dibawa kabur oleh penjambret tersebut. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 3,5 juta.
Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Raspandi membenarkan kejadian tersebut. Hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran pelaku dalam kasus itu.
"Kami masih terus periksa saksi dan menyelidiki kasus ini, semoga cepat terungkap," ujarnya mewakili Kapolres Pangkalpinang, AKBP Heru Budi Prasetyo, Minggu (31/7).
Ia berharap dan menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam berkendara atau berhenti di tempat yang sepi.
Belum terungkap
Polres Pangkalpinang masih punya satu kasus pencurian dengan kekerasan yang berhasil terungkap. Aksi perampokan terjadi di Jalan Pikas IV, Kelurahan Air Salemba, Kecamatan Gabek, Pangkalpinang, Senin (18/7) lalu sampai saat ini belum jelas penyelidikannya.
Saat itu korbannya bernama Susan (37), warga Kampung Keranggan Atas, Desa Tanjung, Mentok, Bangka Barat. Ia dipepet dua banjingan di lokasi tersebut, dan dipaksa menyerahkan harta bendanya di bawah todongan senjata tajam.
Menurut informasi yang dihimpin dari Polres Pangkalpinang, saat kejadian Susan sedang mengendarai sepeda motor melintas di lokasi kejadian. Tiba-tiba datang sebuah sepeda motor jenis matik (Yamaha Mio) warna hitam yang dikendarai dua pria berboncengan.
Kedua pria itu memepet Susan dengan sepeda motornya dan memaksanya berhenti. Setelah terhenti, pria yang dibonceng turun lalu lansung menodongkan pisau ke perut Susan.
Saat terhenti, pria yang dibonceng turun dan mengancam korban menggunakan senjata tajam lalu merampas tas milik korban. Korban di saat kejadian membawa uang tunai senilai Rp 2,5 juta dan semuanya ikut dibawa oleh penodong tersebut.
Para pelaku bahkan melucuti satu kalung perak, satu cincin emas dan satu cincin perak milik korban sehingga korbna mengalami kerugian hingga Rp 4 Juta. Usai melancarkan aksinya, pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korbannya. (bow)