Ahok Hanya Bilang 'Sorry' Jika Dianggap Mengadu Domba Jokowi dengan Risma

Dirinya sudah sempat meminta wartawan mengecek lebih dahulu kebenaran ucapannya terkait omongan Tri Rismaharini atau Risma di masa lalu.

Ahok Hanya Bilang 'Sorry' Jika Dianggap Mengadu Domba Jokowi dengan Risma
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat meresmikan Taman Pandang Istana, di depan pintu Monas Barat Laut, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7/2016). Taman pandang istana diperuntukkan bagi para pendemo untuk menyalurkan aspirasi mereka. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyampaikan permintaan maaf jika ucapannya dianggap telah mengadu domba Presiden Joko Widodo dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

BACA: Di Paris Ada Wisata Gembok Cinta, di Bengkulu Ternyata Ada Sandal Cinta

Menurut Ahok, dirinya sudah sempat meminta wartawan mengecek lebih dahulu kebenaran ucapannya terkait omongan Tri Rismaharini atau Risma di masa lalu.

BACA: Mengagumkan, Siswa Indonesia Ini Raih Emas di International Biology Olympiad

"Kan aku udah ngomong, cek dong, mungkin aku salah. Kalau salah ya sorry," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/8/2016).

BACA: Tiga Bayi Artis Ini Ngumpul, Tapi Anak Jessica Iskandar Lebih Milih Anak Ruben Onsu Lho

Senin kemarin, Ahok menyatakan bahwa Risma pernah membandingkan dirinya dengan Presiden Joko Widodo. Ahok mengatakan hal itu saat menanggapi mulai banyaknya dukungan terhadap Risma agar maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.

BACA: Senjata Milik Santoso Ini Akhirnya Ditemukan Satgas Tinombala

Ahok menegaskan kemarin bahwa dirinya menyambut jika Risma ingin maju sebagai calon gubernur DKI.

"Apalagi seingat saya, Bu Risma pernah ngomong, coba nanti dicek, ‘Kan Surabaya lebih besar dari pada Solo. Wali Kota Solo bisa jadi presiden, masa Wali Kota Surabaya enggak bisa.’ Semua orang punya pikiran yang bebas. Bagi saya orang Jakarta akan diuntungkan, pilihan banyak,” kata Ahok kemarin.

Pernyataan Ahok itu kemudian membuat DPC PDI-P Surabaya berang. Menurut Wakil Ketua DPC PDI-P, Didik Prasetiyono, pernyataan tersebut tidak pantas dilontarkan seorang gubernur.

Didik menilai pernyataan Ahok seperti berupaya mengadu domba Risma dengan Jokowi.

"Pak Ahok tidak seharusnya berusaha mengadu domba dua kader PDI-P, yakni Ibu Risma dan Presiden Joko Widodo," kata Didik.

Soal nama Risma dicalonkan sebagai cagub DKI, Didik mengatakan, hal itu merupakan wewenang DPP PDI-P dan merupakan hak prerogatif Ketua Umum DPP PDI-P, Megawati Soekarno Putri.

"Lebih baik Pak Ahok bekerja membangun Jakarta, tidak usah bikin gaduh," kata Didik.

Penulis : Alsadad Rudi

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved