Batal Dieksekusi Mati, Tiga Terpidana Mati langsung Sujud Syukur dan Peluk Kiai Ini

Tiga terpidana mati kasus narkoba mengaku terharu atas penundaan eksekusi yang seharusnya mereka hadapi pada Jumat (29/7/2016)

Batal Dieksekusi Mati, Tiga Terpidana Mati langsung Sujud Syukur dan Peluk Kiai Ini
Tribunnews.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM--Tiga terpidana mati kasus narkoba mengaku terharu atas penundaan eksekusi yang seharusnya mereka hadapi pada Jumat (29/7/2016) dini hari.

Hal itu disampaikan Koordinator Pesantren Lembaga Pemasyarakatan se-Pulau Nusakambangan, KH Hasan Makarim.

"Mereka meminta untuk bertemu saya. Kami bertemu di masjid Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Batu, ada kegiatan pesantren di sana dan saat bertemu, ketiganya memeluk saya sambil terharu," katanya kepada Antara di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (2/8/2016), seusai melaksanakan kegiatan di Lapas Batu, Nusakambangan.

Tiga terpidana mati yang beragama Islam itu terdiri atas Pujo Lestari (warga negara Indonesia), Zulfiqar Ali (Pakistan), dan Gurdip Singh (India).

Hasan mengatakan, tiga terpidana mati itu mengaku selalu mengingat pesan-pesan yang dia sampaikan saat mereka menjalani masa isolasi menjelang pelaksanaan eksekusi mati.

"Mereka ingat betul doa-doa yang saya anjurkan. Saya wasiatkan mereka agar selalu berwudu, jangan batal wudu. Pokoknya mereka ingat semua apa pesan-pesan dari saya, doa-doa selalu diingat dan dilaksanakan," kata dia yang ditunjuk Kejaksaan Agung untuk menjadi rohaniwan pendamping bagi terpidana mati beragama Islam yang akan dieksekusi.

Menurut dia, tiga terpidana mati itu mengaku langsung sujud syukur ketika mengetahui bahwa mereka tidak jadi dieksekusi.

Selain itu, kata dia, tiga terpidana mati tersebut selalu berdoa dan ingin bertemu dengan keluarga mereka.

"Hari ini (2/8/2016), keluarga mereka datang untuk bertemu," katanya.

Hasan mengatakan, tiga terpidana mati itu mengharapkan agar dia selalu mendampingi mereka dalam hal kerohanian.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved