Sulit Khusyuk Saat Salat, Ini Cara Mengatasinya

Berbagai khayal atau pikiran duniawi kerap menyelinap dalam pikiran sehingga bukan hanya mengganggu kekhusyukan

Sulit Khusyuk Saat Salat, Ini Cara Mengatasinya
bangkapos.com/Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM --  Hayalan atau pikiran yang terbang ke mana-mana ketika salat rasanya pernah dialami setiap muslimin. Sulit khusyuk!

Memang bukan rahasia lagi kalau muslimin kesulitan khusyuk ketika mendirikan salat.

Berbagai khayal atau pikiran duniawi kerap menyelinap dalam pikiran sehingga bukan hanya mengganggu kekhusyukan salat bahkan bisa melupakan sudah berapa rakaat kita salat.

Mengapa Sulit Khusyu dalam Salat?

Yang pertama, memang belum mengenal kecuali sebatas Tuhan. Belum mengenal sifat, af'al dan asmaNya. Dia yang menciptakan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, aku, tubuhku, mataku, telingaku, jantungku, istriku, anak-anakku, semua yang kulihat, semua yang kudengar, semua yang bergerak, semua yang berada dilangit dan dibumi, semua dihidupkanNya " Al Muhyi" dan semua akan dimatikanNya "Al Mumiitu".

Lantas sadarkah kita bahwa Dia yang segala galanya yang kita hadapi dalam salat selama ini?, Bisakah hati dan pikiran kita lari saat salat sementara Dia menatap hati pikiran kita? Kalau begitu kok bisa maksiat sementara Dia terus menerus memperhatikan kita?

Yang kedua, karena belum faham bacaan, makna, hikmah, keutamaan, syarat dan rukun sholat. Maka jadilah "sukaaro" salat mabuk alias salat tanpa rasa, tanpa pemahaman, tanpa penghayatan, tanpa keyakinan, kosong, hampa, seakan robot jasad tanpa ruh. "Alkusaala" malah terasa beban, buru-buru pengen cepat selesai, senangnya menunda-nunda waktunya, gerak salatnya cepat seperti ayam matok. Surah dan bacaan shalatpun komai kamit. Sahabatku, simaklah kalam Allah ini, "...Janganlah kalian menegakkan shalat, sedangkan kalian dalam keadaan mabuk, sampai kalian benar-benar paham apa-apa yang kalian baca dalam shalat kalian" (QS An Nisa 43).

Pertama, bersihkan hati, pikiran, dan anggota badan agar jiwa siap menghadap dan mendekat kepada Yang Mahasuci.

Kedua, agungkan dan hanya ingat Allah dan ingat mati selama shalat, sehingga semua urusan keduniaan yang ada di luar shalat itu dikesampingkan dan dianggap kecil. Hanya Allah saja yang Maha Besar.

Ketiga, konsentrasi dan pahami makna semua bacaan dan gerak-gerik shalat. Makna gerakan dan bacaan shalat penting dipahami dan dihayati sepenuh hati, agar pesan moral shalat dapat ditransformasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Keempat, takut dan malu kepada Allah jika shalat yang dilaksanakan tidak sempurna, apalagi tidak diterima. Perasaan takut dan malu ini harus dimaknai secara positif, sehingga kita melaksanakan shalat dengan serius sekaligus tulus. (suara-islam.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved