Lipsus Harian Bangka Pos

Pemprov Optimis Kembalikan Kejayaan Lada Babel, Luas Kebun Lada Capai 46 Ribu Hektar

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung optimis kejayaan lada putih Babel atau Muntok White Paper akan kembali. Pasalnya luas areal lada

Pemprov Optimis Kembalikan Kejayaan Lada Babel, Luas Kebun Lada Capai 46 Ribu Hektar
Bangka Pos / Ryan Agusta
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan & Peternakan (Distanbunak) Provinsi Bangka Belitung, Toni Batubara 

BANGKAPOS.COM--Pemerintah Provinsi Bangka Belitung optimis kejayaan lada putih Babel atau Muntok White Paper akan kembali. Pasalnya luas areal lada di Babel mencapai 46 Ribu Hektar yang tersebar di 6 kabupaten.

"Optimis kejayaan lada sekarang sudah mulai luas tanam naik signifikan setiap tahunnya, produksi juga bagus. Kalau ini terjaga kan jumlah produksi kita juga akan meningkat, areal perkebunan lada kita mencapai 46 ribu hektar," kata Kepala Dinas Peternakan, Pertanian, dan Perkebunan (Distambunak) Babel, Toni Batubara saat ditemui Bangka Pos beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data dari Distambunak Bangka Selatan memiliki luas areal perkebunan lada terbesar di Babel yakni di Basel seluas  23 ribu hektar, 7 ribu hektar di Bangka, 7  ribu hektar di Belitung, 5 ribu  hektar di Bangka Barat, 3 ribu hektar di Belitung Timur, dan 2 ribu hektar di Bangka Tengah.

Tanaman yang digunakan untuk rempah-rempah ini menjadi komoditi permintaan dunia dan Babel dengan brand Paper White Muntok lada asal Babel ini menjadi incaran dunia pasalnya memiliki aroma dan tingkat kepedasan yang berbeda dari lada dari manapun. Kekhasan lada Babel ini berasal dari kontur tanah yang dikombinasikan dengan iklim yang mikro.

"Muntok White Paper memiliki ciri khas karena lada kita berbeda dengan lada ditempat lain. Kalau saya lihat itu khasnya itu karena faktor tanah karena sudah menyatu begitu lama sudah beratus tahun sehingga sudah beradapatsi dengan baik iklim mikro, perwatan petani kita juga sudah bisa dibilang mahir ini yang menyebabkan rasa lada kita beda. kalau Eropa lebih suka lada kita karena aromanya khas," ujar Toni.

Menurut Toni saat ini lada di Babel masih didominasi dari Bangka Selatan, namun dengan semangat dan komitmen dari semua pihak luas areal lada di masing-masing kabupaten akan semakin meningkat pasalnya sudah banyak masyarakat yang beralih untuk menanam lada.

"Bangka Selatan itu sudah menjadi kawasan lada nasional karena dia punya setengah lada di Babel itu ada di Bangka Selatan. Tapi kan tidak menutupu kemungkinan daerah lain juga akan menggalakkan perkebunan lada karena ini bisa dilakukan masyarakat untuk menggerakkan ekonomi," ujarnya.

Ia juga yakin persediaan lada di Babel tidak terputus kendati lada hanya dipanen pada waktu-waktu tertentu pasalnya penanaman lada yang tidak serentak membuat panennya menjadi berkesinambungan. Bahkan Produksi lada di Babel dari tahun ke tahun meningkat

"Udah mulai untuk panen tapi lada ini kan ditanam tidak serentak setiap petani akibatnya ini bagus sehigga ketika panen tidak serentak maka produksi kan berkesinambungan dan berputar terus jadi sepanjang tahun lada itu ada karena kita nanamnya tidak serentak berbeda dengan sawah. Sekitar akhir tahun sudah mulai banyak, sekarang sudah mulai bisnis lada," sebut Toni.

Toni yakin lada dapat menggerakkan perekonomian Babel pasca timah, oleh karena itu ia juga mengajak generasi muda khususnya yang dipedesaan untuk tidak gengsi menjadi petani lada. Menurutnya income yang diperoleh dari dari berkebun lada juga menjanjikan asal dilakukan dengan serius.

"Pergerakan ekonomi kita dengan lada saya pikir bagus dengan harga yang cukup baik babel. Makanya anak muda kita sekarang jadi pptani modern jangan minder aku bangga jadi petani itu harus ditanamkan, penghasilan petani itu besar pegawai negeri itu kalah sama petani kalau mereka serius bertani, kalau bertani main-main bangkrut. Ketika pertanian ini dilakukan dengan benar hitung-hitungannya analisa pertaniannya benar pasti itu akan untung," kata Toni. (o2)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved