Begini Komentar Yusril Ketika Disebut Tokoh Paling Tak Direkomendasikan sebagai Gubernur DKI

Yusril Ihza Mahendra mengaku tak terlalu peduli dengan perkataan dari Ketua Laboratorium Psikologi Politik UI (LPPUI), Hamdi Muluk. Berdasarkan ...

Begini Komentar Yusril Ketika Disebut Tokoh Paling Tak Direkomendasikan sebagai Gubernur DKI
Nibras Nada Nailufar
Yusril Ihza Mahendra usai memberikan khotbah Jumat di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/6/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Yusril Ihza Mahendra mengaku tak terlalu peduli dengan perkataan dari Ketua Laboratorium Psikologi Politik UI (LPPUI), Hamdi Muluk. Berdasarkan hasil survei LPPUI, Yusril menjadi tokoh yang paling tidak direkomendasikan sebagai gubernur DKI.

Menurut Yusril, seharusnya hasil penelitian LPPUI dipublikasikan di lingkungan Kampus UI, bukan di restoran. Sebab, riset Hamdi mengatasnamakan dunia pendidikan.

"Karena akademisi bisa memperdebatkan apa yang dikatakan," kata Yusril kepada Kompas.com seusai shalat Jumat di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Jumat (5/8/2016).

Perdebatan itu pun dilakukan secara akademis, salah satunya dari segi metodologi, apakah penelitian ini studi psikologi atau survei sosial semata.

"Jadi saya tidak begitu memedulikan apa yang dikatakan Pak Hamdi," ujarnya.

Lembaga Psikologi Politik UI sebelumnya melakukan survei terkait tokoh yang tidak direkomendasikan menjadi gubenur DKI Jakarta bila Pilkada DKI Jakarta hari ini.

Hasilnya, pakar hukum tata pidana Yusril Ihza Mahendra merupakan tokoh yang paling tidak direkomendasikan dengan mendapat 43,8 persen. (Baca: Survei Lab Psikologi Politik UI: Yusril Tokoh yang Paling Tak Direkomendasikan Jadi Gubernur DKI)

Setelah itu, calon gubernur dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno, sebanyak 29,78 persen dan mantan Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin sebanyak 17,3 persen.

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved