Kamis, 9 April 2026

PLA Lakukan Pemeriksaan Gigi dan Intervensi Gizi

Pusat Layanan Autis (PLA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan kegiatan intervensi gizi

Editor: Hendra
Shutterstock
Ilustrasi 

LAPORAN WARTAWAN BANGKA POS, GIARTI HADI

BANGKA POS.COM, BANGKA -- Pusat Layanan Autis (PLA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan kegiatan intervensi gizi dan pemeriksaan kesehatan gigi pada anak, Jumat (5/8) dengan menghadirkan psikolog Ratna Dewi dan Drg Yessy Novianty.

Agenda ini di laksanakn karena masih banyak orangtua yang belum memahami dan melaksanakan anjuran nutrisi dengan baik.

"Karena masih sering ditemukan kebocoran makanan pada anak autis yang tidak diperkenankan mengkonsumsi gluten dan casein. Karena sumber makanan ini akan memicu anak menjadi sulit terkendali. Anak autis tidak diperkenankan karena kandungan ini akan memicu terjadinya zat morfin kealiran darah ke otak anak,"papar Drg Yessy.

Dikatakannya kadang orangtua masih memberikan coklat, keju, makanan yang ada pemanis buatan sehingga ini pula menjadikan gigi anak rusak karena sebagian anak autis sulit lakukan aktifitas menggosok gigi dan anak pula akan menjadi susah tidur dan tantrum.

Yessy menambahkan dari 26 anak yang dilakukan pemeriksaan 25 orang terindikasi mengalami masalah dengan gigi. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus pada orangtua karena sakit bisa disebabkan oleh sumber makanan.

"Bila rongga mulut yaitu gigi memiliki kuman atau tidak sehat akan berakibat fatal dalam kwalitas hasil makanan," kata Yessy yang saat ini bertugas di Puskesmas Petaling.

Dia menyarankan kegiatan ini terus dilakukan dan orangtua harus melakukan pemeriksaan secara berkala karena apabila rongga mulut dan gigi anak bermasalah maka akan sulit penangananya.

Ditambahkan Wakil Ketua PLA didamping Wahyu Kurniawan sebagai Psikologassessor PLA menyatakan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan guna peningkatan pemahaman dan keterampilan pada orangtua agar sama- sama mendampingi anak- anak hebat PLA.

"Semoga kedepan PLA bisa menjalin relasi yang bisa diajak kerjasama terkait pendampingan anak agar anak- anak PLa dan anak autis lainnya bisa tertangani secara baik,"papar Yazid.

Sebelumnya PLA juga telah melakukan kegiatan pelatihan kepada orangtua terkait upaya peningkatan kemampuan bicara dan berbahasa pada anak autis pasa Jumat (29/7) lalu.

Diharapkan kepada seluruh orangtua dapat memahami peran pola asuh dan terapi wicara yang sederhana yang bisa dillakukandirumah karena jika terapi hanya dilakukan saat dijam PLA saja dianggap kurang dapat membantu peningkatan kemampuan bicara dan berbahasa.

Apalagi metode ini bisa diaplikasikan dengan cara yang sederhana dan menggunakan alat alat yang bisa dijangkau oleh orangtua seperti media kartu, meloncarditrampolin, meniup trompet dan media lainnya agenda itu melibatkan dua orang praktisi yaitu MaronaS.Psi dan Aulia Amd Tw selaku praktisi di PLA.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved