Akibat Maling Ayam, Mahasiswa Ini Babak Belur Dihajar Warga

Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Makassar babak belur dihajar warga setelah aksinya mencuri ayam bangkok tepergok korbannya ..

Akibat Maling Ayam, Mahasiswa Ini Babak Belur Dihajar Warga
KOMPAS.com / ABDUL HAQ
SU tengah diamankan polisi setelah berhasil dievakuasi dari amukan warga lantaran kepergok mencuri ayam bangkok milik warga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Jumat, (05/08/2016). 

BANGKAPOS.COM, GOWA -- Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Makassar babak belur dihajar warga setelah aksinya mencuri ayam bangkok tepergok korbannya di Kampung Tamalalang Samata, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (5/8/2016) sekitar pukul 10.20 Wita.

BACA: Risma Tegaskan Tolak Ikut Pilkada DKI Jakarta

Informasi dari kepolisian menjelaskan, peristiwa yang menimpa korban Syarifuddin (36) ini bermula saat dirinya tengah beristirahat di atas rumah panggungnya yang berbahan kayu. Sebelum terlelap, korban mendengar suara sepeda motor berhenti tepat di depan rumahnya.

BACA: Kini Tren Cewek Lidi-lidian Bukan Lagi Cabe-cabean

Korban kemudian mengintai perihal keberadaan sepeda motor tersebut. Namun, korban kaget menyaksikan seorang pria membuka kandang ayam miliknya yang terletak di bawah kolong rumahnya.

Korban lalu meneriaki pelaku. Namun pelaku yang belakangan diketahui berinisial SU, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar, ini bukannya berhenti dan melepaskam ayam jago yang diambilnya, dia malah berusaha kabur menuju sepeda motornya.

Teriakan korban rupanya mengundang reaksi warga setempat dan langsung mengepung pelaku. SU kemudian dihakimi warga hingga babak belur.

Beruntung sejumlah aparat kepolisian segera tiba di lokasi dan mengevakuasi pelaku dari amukan warga.

Tak puas, sepeda motor Kawazaki Ninja milik pelaku pun menjadi sasaran perusakan hingga pembakaran oleh warga.

Korban sendiri mengaku sering kecurian ternak ayam bangkoknya dan baru kali ini memergoki pelaku.

"Saya sengaja memang tunggu-tunggu ini pencuri karena sudah sering sekali hilang ayamku dan memang hilangnya itu pada jam-jam begini bukan malam," kata Syarifuddin.

Sementara yang SU kini mendekam di sel tahanan Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Sombaopu mengaku terpaksa melakukan pencurian ayam jago untuk dijual.

"Mahal harganya dan saya mau jual untuk beli bensin sama keperluan sehari-hari, kata SU.

Pihak kepolisian sendiri masih melakukan pengembangan terkait sindikat spesialis pencurian ayam jago yang memang kerap terjadi.

"Pelakunya oknum mahasiswa dan sementara kami lakukan pengembangan siapa tahu SU ini merupakan sindikat pencurian ayam jago," jelas Kompol Prabowo, Kapolsek Sombaopu.

Editor: asmadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved