Jaksa Bingung Kok Hakim Bebaskan Bang Toyib Pemilik 2 Kg Sabu Rp 23 M

JPU Supriono menuntut Arman dihukum mati, namun majelis hakim yang dipimpin Sandi Muhammad Alayubi memiliki pendapat berbeda.

Jaksa Bingung Kok Hakim Bebaskan Bang Toyib Pemilik 2 Kg Sabu Rp 23 M
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Terdakwa bang Toyib kasus kepemilikan sabu 2 Kg senilai Rp.23 miliar dan TPPU, menyalami majelis hakim usai sidang putusan di PN Tanjung Selor, Jalan Jelarai, Kamis (4/8/2016). 

BANGKAPOS.COM, TANJUNG SELOR - Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor, Kalimantan Utara terhadap Arman alias Bang Toyib, terdakwa kasus kepemilikan sabu 2 Kg senilai Rp 23 miliar dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Kamis (4/8/2016), cukup mengejutkan.

Sidang yang sebelumnya dijadwalkan mulai pukul 10.00 pagi ini baru bisa digelar pukul 15.00 atau molor sekitar 5 jam.

Sebelum Jaksa Penuntut Umum (JPU) Supriono menuntut Arman dihukum mati, namun majelis hakim yang dipimpin Sandi Muhammad Alayubi memiliki pendapat berbeda.

Dalam kesempatan tersebut majelis hakim memutuskan bahwa PN Tanjung Selor tidak berhak memeriksa dan mengadili TPPU yang dilakukan Arman. Alasannya, TPPU dan para saksi ada di Kabupatan Bone, Sulawesi Selatan.

Majelis hakim juga memerintahkan Panitera mengembalikan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Tanjung Selor, memerintahkan untuk segera mengeluarkan terdakwa dari rumah tahanan (Rutan) dan membebankan biaya perkara kepada Kejaksaan Negeri Tanjung Selor.

"Pengadilan Negeri Tanjung Selor tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini," kata Sandi dalam putusannya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Selor, Gunawan Wibisono yang ditemui terpisah, mengaku bingung atas hasil sidang ini.

Secara normatif kata dia, hakim dalam sidang ini harusnya sudah menetapkan apakah terdakwa bersalah atau tidak. Atas hasil sidang yang dinilai membingungkan ini, pihaknya akan melakukan upaya banding.

"Tidak sama sekali, terdakwa ditetapkan bebas atau terbukti bersalah, tidak ada. Yang ada adalah mengembalikan berkas perkara," katanya.

Gunawan juga menyayangkan putusan majelis hakim yang menyatakan tidak memiliki wewenang menangani TPPU yang dilakukan Arman.

Terkait hal ini, menurutnya sudah ada pendapat ahli dan itupun sudah ada dalam berkas perkara. Intinya kata dia, perkara ini sangat layak ditangani di PN Tanjung Selor.

"Kalau Hakim secara arif dan bijaksana melihat ini, perkara ini sungguh pantas untuk dilakukan pemeriksaan persidangan di Tanjung Selor," katanya.

Dan karena putusan belum diterima kata dia, pihaknya belum bisa mengambil tindakan apapun.

Dan satu hal yang perlu digarisbawahi tegas Gunawan, kalau memang akhirnya perkara ini layak untuk diadili di PN Tanjung Selor, kenapa tidak ditolak sejak awal pelimpahan dulu.

"Harusnya, sejak awal kami limpahkan, tolak itu perkara. PN Bone yang punya kewenangan. Tapi kenapa diterima?, disidangkan semua alat bukti, sampai putusan. Saya tidak tahu, ini yang menjadi keberatan kami," katanya.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved