Breaking News:

Nelayan dan Masyarakat Awasi Pulau Kianak-Teluk Kelabat dari Ponton Isap

"Kami terus lakukan pengawasan ke lokasi-lokasi itu (Pulau Kianak dan Teluk Kelabat) agar tidak kemasukan ponton isap yang rencananya akan masuk ..."

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Bangkapos.com/Riyadi
Ilustrasi: Ponton-ponton TI apung Sungai Perimping yang dibakar personil Polres Bangka dan Polsek Riausilip, Jumat (22/7/2016). 

RIAUSILIP, BN -- Nelayan dan masyarakat Desa Pangkalniur Kecamatan Riausilip juga melakukan hal sama.

Nelayan dan masyarakat turut mengawasi Pulau Kianak dan Teluk Kelabat, menyusul rencana masuknya ponton isap di dua lokasi tersebut.

Pulau Kianak dan Teluk Kelabat (sekitar Pulau Mengkubung), adalah lokasi atau daerah tangkapan nelayan.

Dua lokasi itu sebagai lokasi yang secara turun menurun diandalankan nelayan, untuk memasang jaring, baik menangkan ikan, udang dan kepiting.

"Kami terus lakukan pengawasan ke lokasi-lokasi itu (Pulau Kianak dan Teluk Kelabat) agar tidak kemasukan ponton isap yang rencananya akan masuk dan beroperasi di daerah tangkapan nelayan itu," kata Perwakilan Masyarkat dan Nelayan Desa Pangkalniur Achyarani kepada harian ini, Jumat (5/8).

Dikatakan Achyarani, beberapa hari sebelumnya, ponton isap dikabarkan sudah masuk ke Pulau Kianak, tapi setelah ditelusuri, nelayan dan warga tidak menemukan keberadaannya.

Perwakilan Nelayan DAS Perimping-Teluk Kelabat Maryono mengatakan, terkait ponton isap yang akan masuk ke Kianak dan Mengkubung ini, nelayan terutama dari Nelayan Desa Pusuk Kabupaten Bangka Barat, sudah mengirim surat penolakan ke Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), beberapa waktu lalu.

Surat tentang penolakan tersebut, tembusannya sudah disampaikan ke Kapolda Babel, DPRD Babel, Polres, Pemda dan DPRD Kabupaten Bangka Barat, untuk tembusan ke DPRD dan Pemkab Bangka bakal menyusul.(yik)

Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved