Polda Gelar Pra Rekonstruksi Kasus Mutilasi Anggota DPRD

Polda Lampung menggelar pra rekonstruksi lanjutan kasus mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor, Kamis (4/8) lalu.

Polda Gelar Pra Rekonstruksi Kasus Mutilasi Anggota DPRD
Tribun Lampung
Brigadir Medi Andika 

BANGKAPOS.COM, BANDAR LAMPUNG - Polda Lampung menggelar pra rekonstruksi lanjutan kasus mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor, Kamis (4/8) lalu.

Pra rekonstruksi bagian dua ini menggambarkan kronologis pascapembuangan mayat Pansor.

Ada 50 adegan yang diperagakan pada pra rekonstruksi ini. Semua adegan diperagakan oleh tersangka Tarmidi (sebelumnya ditulis Tarmizi).

Sementara tersangka Brigadir Medi tidak ikut memeragakan adegan.
Medi dibawa pada pra rekonstruksi namun hanya ada di dalam mobil. Peran Medi digantikan oleh anggota polisi. Selain penyidik, pra rekonstruksi juga dihadiri tim kuasa hukum Medi yaitu Budiono.

Ada 10 tempat yang dijadikan lokasi pra rekontruksi. Pada pra rekonstruksi ini tergambar cara Medi menghilangkan jejak usai membuang mayat Pansor di Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

Kronologis bermula ketika Medi dan Tarmidi membuang mayat Pansor. Dalam perjalanan pulang mengendarai mobil Pansor, tepatnya di daerah Bukit Kemuning, Lampung Utara, Medi menanyakan ke Tarmidi apakah ingin tahu yang dibuang olehnya. Tarmidi menjawab ingin tahu. Namun Medi tidak memberitahu dengan alasan nanti Tarmidi takut kalau tahu.

Sampai di Gunung Sugih, Lampung Tengah, Medi memberitahu ke Tarmidi bahwa yang dibuangnya adalah mayat orang. Tarmidi sempat menanyakan siapa orang tersebut. Medi mengatakan, Tarmidi tak usah banyak tahu.

Mereka lalu sampai di depan markas Polresta Bandar Lampung. Medi turun dari mobil meminta Tarmidi mencuci mobil Pansor. Medi masuk ke dalam kamar mandi masjid samping Polresta Bandar Lampung berganti pakaian untuk mengikuti apel pagi.

Tarmidi membawa mobil Pansor ke cucian mobil Soponyono di Jalan Soekarno Hatta. Pada saat di tempat cucian mobil, Medi menelepon Tarmidi meminta mengecek apakah ada peluru atau lubang bekas peluru di mobil tersebut.

Tarmidi melihat lubang sebesar ujung jari telunjuk di kursi samping sopir. Di mobil itu juga, terdapat bercak darah di rem tangan, jok sebelah kiri sopir, perseneling, pintu kiri dekat speaker dan di bagian bawah karpet. Namun tidak ditemukan peluru atau proyektil di dalam mobil.

Halaman
12
Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved