Sekjen PPP Ini Sebut Partai Koalisi Pendukung Ahok Bisa Bubar

"Namanya juga politik, memangnya yang tiga itu tidak bisa bubar? Pasti juga bisa bubar, belum tentu pas menjelang pendaftaran masih tetap kokoh...."

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai koalisi pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih dapat terpecah.

Pasalnya, Ahok belum menentukan calon wakil gubernur yang akan mendampinginya di Pilkada DKI Jakarta.

"Namanya juga politik, memangnya yang tiga itu tidak bisa bubar? Pasti juga bisa bubar, belum tentu pas menjelang pendaftaran masih tetap kokoh. Kalau ternyata Wagubnya tidak ada yang cocok, salah satunya bagaimana?" tanya Sekjen PPP Arsul Sani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Arsul pun membantah Koalisi Kekeluargaan yang berisi tujuh partai dibentuk hanya berdasarkan emosi sesaat, karena belum mengusung nama calon.

Anggota Komisi III DPR itu menuturkan koalisi tersebut dibentuk tidak berbicara mengenai nama calon terlebih dahulu.

Tetapi, koalisi berbicara mengenai kesamaan platform.

"Platform itu membicarakan kriteria, gubernur DKI seperti apa sih yang akan kita patut diusung. Kalau koalisi, datang, kumpul lalu mendukung si A itu namanya emosi. Jadi, Nusron (Nusron Wahid) itu salah kalo Koalisi Kekeluargaan karena emosi," katanya.

Ia menilai partai-partai dalam Koalisi Kekeluargaan akan berbicara mengenai kriteria terlebih dahulu.

Setelah terdapat kesepahaman mengenai kriteria maka setiap partai mengajukan alternatif nama calon.

"Walaupun diantara angota koalisi ada preferensi juga, siapa nomor satu, siapa nomor dua," ujarnya.

Arsul menambahkan koalisi masih dapat berubah sampai pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur di KPU DKI Jakarta.

"Iya dong, masih bisa digoyang. Jadi kalau berbicara goyang menggoyang, yang sini mau di sana mau digoyang, itu juga sama yang sini juga mau di sana juga digoyang. Jadi, yang namanya politik pasti ada poco-poco," imbuhnya. (*)

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved