Tak Ajukan Grasi Pondreng Tunggu Eksekusi Ditembak Mati

PN Sungailiat hanya butuh surat tembusan atau pemberitahuan ketika eksekusi terpidana yang dimaksud, nanti dilaksanakan oleh eksekutor.

Tak Ajukan Grasi Pondreng Tunggu Eksekusi Ditembak Mati
bangkapos/fery laskari
Pondreng saat mendengar vonis hukuman seumur hidup yang dibacakan Hakim PN Sungailiat, Rabu (1/7/2015).( 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Akhirnya ada kepastian dari Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, soal grasi Terpidana Mati Sumardi alias Pondreng.

Pria yang divonis sebagai pembunuh berencana itu dipastikan tak pernah mengajukan permohonan keringanan hukuman kepada Presiden RI.

Humas I PN Sungialiat, M Solihin ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/8) memastikan hal itu, setelah dia melakukan cross chek ke bagian pidana pengadilan setempat yang menyatakan tak ada surat masuk terkait grasi Pondreng.

"Setelah saya cek, ternyata dari Pondeng tidak ada sama sekali permohonan pengajuan grasinya (ke Presiden RI)," katanya.

Seiring itu pula diakui Solihin, proses eksekusi oleh tim eksekutor Kejari Koba tampaknya dapat dilakukan setelah ada petunjuk dari pimpinan lembaga setempat, Soal kapan dan dimana eksekusi, PN Sungailiat tak ikut campur.

PN Sungailiat hanya butuh surat tembusan atau pemberitahuan ketika eksekusi terpidana yang dimaksud, nanti dilaksanakan oleh eksekutor.

"Kalau pelaksanaan eksekusinya nanti, harus ada pemberitahuan ke PN Sungailiat. Ya, sebatas pemberitahuan saja," katanya.

Pondreng merupakan pelaku pembunuhan sadis ibu dan anak balitanya di Desa Parit Dua, Sungaiselan awal September 2014 lalu. Dia ditangkap polisi di Cilegon, Banten pada 29 November 2014.

Perkaranya kemudian disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat. Kala itu, JPU Izhar menuntut Pondreng dengan hukuman mati.

Namun Majelis Hakim yang dipimpin Andreas Prasetyo menyatakan memutuskan lebih ringan yakni penjara seumur hidup.

JPU yang tidak puas lalu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Babel, namun hasilnya PT Babel menguatkan putusan PN Sungailiat.

JPU masih belum menerima lalu mengajukan kasasi. Mahkamah Agung akhirnya membuat putusan kasasi yakni Sumardi alias Pondreng dijatuhi hukuman mati. (fly)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved