Ada yang Bikin Mensos Bahagia Saat Kunjungi Babel

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengaku pihaknya sangat bahagia karena Kota Pangkalpinang sudah berani menjadi kota bebas anak jalanan.

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Kota Pangkalpinang harus siap menjadi panutan bagi kota lain dalam hal kota bebas anak jalanan (anjal) maupun gelandangan dan pengemis (gepeng).

Hal itu disampaikan Khofifah saat menghadiri kegiatan bimbingan teknis (bimtek) Program Keluarga Harapan (PKH), penyaluran bantuan PKH, bantuan sosial, dan bantuan lainnya, di rumah dinas Wali Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, Jumat (12/8).

"Dengan adanya deklarasi dan pencanangan ini, kita sangat bahagia. Karena di Kementerian Sosial, kita baru akhir Desember 2017 canangkan bebas anjal dan gepeng. Sedangkan Pangkalpinang, 2016 sudah berani menjadi kota bebas anak jalanan, kota bebas gepeng, dan kota rumah sejahtera," ujarnya.

Khofifah menambahkan, "Untuk kota rumah sejahtera supaya kita bisa menyiapkan rumah layak huni, agar tidak ada masyarakat yang menjadi gepeng. "

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga berdialog langsung dengan para penerima PKH dan tamu undangan lainnya. Selain itu, menyerahkan secara simbolis bantuan PKH di Provinsi Bangka Belitung, bantuan disabilitas, bantuan lanjut usia, bantuan beras sejahtera, bantuan kelompok usaha bersama (kube), dan bantuan-bantuan lainnya.

Mensos mengatakan, ke depan penerima PKH maupun bantuan lainnya cukup memiliki satu kartu saja. Tidak seperti sekarang ini, banyak kartu.

"Bagaimana ibu, bapak, repot mana punya kartu satu tapi bisa digunakan untuk banyak atau banyak kartu?" tanyanya yang langsung dijawab para peserta bimtek bahwa mereka berharap cukup memegang satu kartu.

Menurut Khofifah, pihaknya sedang membahas hal tersebut. "Jadi, bantuan dari pemerintah, baik program PKH maupun bantuan lainnya, cukup dengan kartu saja, ada ruangnya. Saat ini, sedang dalam proses uji coba, " katanya.

Sementara, Wali Kota Pangkalpinang M Irwansyah mengatakan, pihaknya sangat berkonsentrasi terhadap program-program sosial dan kesejahteraan masyarakat. Di antaranya, program bedah rumah.

Menurutnya, sejauh ini ada 327 rumah yang sudah dibedah menggunakan dana APBN, APBD, maupun bantuan dari sejumlah perusahaan dan pengusaha di Bangka Belitung. "Saat ini masih ada sekitar 807 rumah lagi yang kita target selesai di akhir 2017," kata Irwansyah.

Dengan adanya program rumah sejahtera di Kota Pangkalpinang, dia berharap ke depan ada bantuan dari Kementerian Sosial maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Tahun ini, insya Allah dapat bantuan dari ibu (Mensos) dan Kementerian PU-Pera. Dengan demikian, akhir 2017, Pangkalpinang bebas rumah tidak layak huni tidak hanya sekadar wacana saja," ujarnya. (zky)

Editor: tidakada015
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved