Kamis, 9 April 2026

Guru Besar Hukum Ini Paparkan Risikonya Bila Archandra Diangkat Jadi Menteri ESDM

Sejumlah pihak mensinyalir kemungkinan Arcandra Tahar diangkat kembali sebagai Menteri ESDM bila masalah kewarganegaraan Indonesianya didapat...

Tribunnews.com/ Eri Komar Sinaga
Menteri ESDM Archandra Tahar memberikan keterangan pers bersama Wakil Ketua KPK La Ode Muhamad Syarif di KPK, Jakarta, Senin (8/8/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Sejumlah pihak mensinyalir kemungkinan Arcandra Tahar diangkat kembali sebagai Menteri ESDM bila masalah kewarganegaraan Indonesianya didapat kembali.

BACA: Buka-bukaan, Tarra Budiman Pajang Foto Kekasihnya, Gosip dengan Ayu Ting Ting Akhirnya Terbantahkan

Menanggapi hal ini, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menyarankan agar pemerintah maupun Arcandra harus mempertimbangkan masak-masak sebelum keputusan diambil.

BACA: Gara-gara Aksi Tontowi/Liliyana, Posisi Indonesia Naik Drastis di Olimpiade 2016

"Pemerintah harus mengukur dari aspek politisnya," ujar Prof Hikmahanto ketika dihubungi Tribunnews.com, Kamis (18/8/2016).

Meski membutuhkan tenaga Arcandra karena kepandaiannya namun, Hikmahanto mengingatkan jangan sampai pengangkatan kembali mantan Menteri ESDM itu malah berdampak menggerogoti kepercayaan publik terhadap legitimasi pemerintah.

BACA: Sempat Diamankan, Kapolri Akan Cabut Pangkat Kehormatan Tituler Luhut L Panjaitan

Bahkan dia menilai, bukannya tidak mungkin isu ini akan menjadi pintu masuk bagi sejumlah politisi untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Karena Pemerintah dianggap melakukan segala daya upaya agar Arcandra tetap menjadi Menteri ESDM.

Apalagi,imbuhnya, pemberhentian Arcandra kemarin dianggap sebagai taktik untuk kalah lebih dahulu karena pemerintah tidak ikhlas melepas Arcandra.

Terakhir, kata dia, keinginan pemerintah untuk fokus bekerja akan terganggu karena isu Arcandra tidak kunjung padam.

"Bagi Arcandra sendiri ini bisa berujung pada dirinya menjadi korban. Oleh karenanya sejumlah konsekuensi harus dipikirkan," jelasnya.

Penulis: Srihandriatmo Malau

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved