Sabtu, 25 April 2026

PT SBP Pabrik Tapioka Terbesar di Indonesia, Kapasitas Produksi Hingga 700 Ton per Hari

Tarmizi meninjau pembangunan pabrik tapioka milik PT Sinar Baturusa Prima (SBP) di Desa Puding Kecamatan Puding Besar

Penulis: nurhayati | Editor: Hendra
Bangka Pos / Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat bersama Ketua DPRD Kabupaten Bangka Parulian, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangka Rendra Basri dan Kemas Herman Susilo, Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman, dan Staf Pemkab Bangka Muhammad, didampingi didampingi Perwakilan PT Sinar Barurusa Prima, Yanto, dan Kepala Manajer PT Sinar Baturusa Prima, Jito. meninjau pabrik tapioka PT Sinar Baturusa Prima, Jumat (19/8/2016) di Desa Puding. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Bupati Bangka H Tarmizi Saat bersama Pimpinan DPRD Kabupaten Bangka, Jumat (19/8/2016) meninjau pembangunan pabrik tapioka milik PT Sinar Baturusa Prima (SBP) di Desa Puding Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka.

Pabrik tapioka ini merupakan pabrik terbesar di Indonesia dengan mesin modern yang menggunakan teknologi digital.

Pabrik ini bisa menampung kapasitas produksi sekitar 600 hingga 700 ton perhari.

Dimana dalam waktu 15 menit singkong kasesa yang menjadi bahan baku bisa diproduksi langsung menjadi tepung tapioka.

Diakui Jito, Kepala Manajer PT SBP, mengakui pabrik tapioka ini mencontoh pabrik di Thailand.

"Perhari bisa 600 hingga 700 ton. Ini terbesar dan terbagus di Indonesia. Di Lampung kalah. Soalnya pabrik tapioka PT Lambang Jaya di Lampung ada dua SPM 1 sama SPM 2. Pabrik ini gabungan SPM 1 sama SPM 2 yang di Lampung. Kalau ini Sinar Baturusa satu perusahaan dengan SPM (Sinar Pematang Mulya-red). Jadi pengembangannya dari pimpinan saya pengembangannya ke Bangka," jelas Jito kepada bangkapos.com.

Untuk bahan baku tapioka menurutnya pihak perusahaan sudan bekerjasama dengan Pemkab Bangka dimana lokasi untuk penanaman singkong kasesa sudah siap.

Selain itu juga limbah dari produksi tapioka ini akan dijadikan biogas untuk menghasilkan listrik guna pengoperasian pabrik sebesar empat megawatt dan masih tersisa dua megawatt.

Pabrik tapioka dengan luas lahan 20 hektar dan total lahan seluas 70 hektar ini ditargetkan selesai Maret 2017 nanti.

Diharapkan pada bulan Maret sudah dilakukan uji coba produksi tapioka.

"Doain mudah-mudahan selesai. Kita disini ekstrem cuaca, yang penting cuaca mendukung dan bulan maret selesai," harap Jito.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved