Beginilah Kebiadaban ISIS, Warga Sipil Anak-anak, Perempuan Dijadikan Tameng Umpan Peluru

mereka diizinkan SDF untuk melakukan perjalanan bebas dari serangan untuk menghindari jatuhnya korban warga sipil.

Beginilah Kebiadaban ISIS, Warga Sipil Anak-anak, Perempuan Dijadikan Tameng Umpan Peluru
Twitter@SDF_Press_1/Daily Mirror
Di dalam setiap kendaraan roda empat terdapat warga sipil. ISIS menggunakan warga sipil sebagai tameng agar tidak diserang koalisi Syrian Democratic Forces (SDF saat kelompok teror itu meninggalkan Manbij, Suriah. 

BANGKAPOS.COM, MANBIJ – Ratusan warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, dijadikan perisai hidup oleh kelompok teror agar mereka terhindar dari serangan pasukan koalisi Suriah.

Media Inggris, Daily Mirror, edisi Jumat (19/8/2016), merilis foto-foto yang diambil dari udara oleh pasukan koalisi Syrian Demokcratic Forces (SDF).

SDF merupakan aliansi pasukan Kurdi, Arab, Suriah, Armenia, Turkmen, dan milisi Sirkasia dalam perang saudara Suriah untuk menyerang kelompok-kelompok teror.

Kelompok teror mengacu kepada antara lain Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), Front Al Nusra yang merupakan sayap Al Qaeda, Jaysh al-Jihad, dan Jamaat Bayt al-Maqdis al-Islamiya.

Dalam gambar yang dirilis SDF itu tampak ratusan mobil menjejali jalan keluar dari Manbij, Suriah menuju perbatasan Turki.

Dilaporkan, setiap mobil penuh dengan warga sipil.

Ratusan mobil begerak di area terbuka yang dapat dilihat dengan terang-benderang.

Fakta itu mengungkap terdesaknya ISIS dari Manbij dan agar tidak diserang oleh SDF, kelompok militan ISIS pun menggunakan sandera warga sipil sebagai tameng hidup.

Meskipun sejumlah besar militan ISIS melakukan perjalanan itu, mereka diizinkan SDF untuk melakukan perjalanan bebas dari serangan untuk menghindari jatuhnya korban warga sipil.

Pejuang SDF mengambil kendali atas kota Manbij setelah serangan beruntun oleh koalisi asing yang pimpinan AS dan didukung pasukan darat SDF.

Setelah terdesak, sebagaimana dilaporkan BBC, sekitar 200 teroris ISIS kemudian mengumpulkan anggota keluarga mereka dan ratusan warga sipil sebagai sandera.

Para sandera itu kemudian ditempatkan di antara militan di setiap kendaraan dalam perjalanan mereka keluar dari kota itu menuju Turki yang terletak di utara Suriah.

Juru bicara koalisi AS Kolonel Chris Garver di Baghdad, Irak mengatakan, "Kami harus memperlakukan mereka sebagai non-kombatan. Kami tidak menembak, namun terus mengawasi."

Beberapa sandera kemudian diselamatkan, dan sebagian lainnya melarikan diri dari ISIS.(Pascal S Bin Saju)

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved