Selasa, 14 April 2026

Pawai Pembangunan Beltim Hasilkan Sampah Delapan Kubik

Dinas Cipta Karya dan Perumahan Rakyat (DCKPR) menyatakan 8 kubik sampah dibuang oleh masyarakat selama kegiatan pawai pembangunan.

Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: edwardi
IST
Petugas kebersihan dari DKCPR Beltim saat membersihkan jalanan dari sampah sisa kegiatan Pawai Pembangunan Beltim 2016, Minggu (21/8/2016) lalu. 

Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Selain menghibur, semarak giatan Pawai Pembangunan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) 2016, Minggu (21/8) kemarin selain menghibur ternyata juga membuat sampah berserakan di sepanjang jalan yang dilalui.

Tak tanggung-tanggung, Dinas Cipta Karya dan Perumahan Rakyat (DCKPR) menyatakan 8 kubik sampah dibuang oleh masyarakat selama kegiatan pawai pembangunan.

Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Pemukiman DCKPR, Wahyudin mengatakan selama kurang lebih 4 jam, ia dan pegawainya harus membersihkan jalan dan trotoar. Kurang lebih 40 orang diturunkan untuk membersihkan sampah-sampah uang berserakan.

“Sekitar dua truk sampah bekas pawai kemarin. Dari jam setengah 5 sore sampai jam 9 malam kita bersihkan, saya juga ikut nyapu. Alhmdulillah selesai jam 9 sudah bersih,” kata pria yang akrab disapa Mandor ini seperti dikutip dalam rilis Humas Pemkab Beltim, Senin (22/8/2016).

Ia menyatakan mayoritas sampah didominasi oleh plastik kresek bekas minuman, gelas air mineral, botol plastik dan kardus. Sampah-sampah ini dibuang oleh penonton yang menyaksikan pawai namun belum sadar akan kebersihan.

“Soalnya ini di sepanjang jalan, banyakan plastik bekas es, atau minuman. Yang paling banyak di Taman Kota, panggung kehormatan, dan simpang pasar,” katanya.

Meskipun begitu, Mandor mengaku jika tahun ini pihaknya tidak terlalu berat membersihkan sampah. Hal ini dikarenakan para pedagang juga membantu kerjanya.

“Kita sebelumnya sudah memberikan plastik untuk sampah kepada pedagang. Mereka juga membantu menyapu di sekitar tempat mereka berdagang. Alhamdulillah kita terbantu, dak kayak tiga tahun lalu sampahnya banyak kita jadi kelabakan,” ujar Mandor.

Selain itu Ia menyatakan seusai pawai umumnya para pegawainya juga mendapatkan tambahan rezeki dari sampah, khususnya sampah botol dan gelas air mineral, serta kardus bekas.

“Ini rejeki merekalah, biasanya kawan-kawan yang ngangkut. Nanti mereka pilah-pilah mana yang layak untuk dijual kembali. Cuman khusus untuk plastic kresek itu dak bias dijual lagi cumin botol, gelas dan kardus saja,” ungkapnya. (*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved