10 Jurnalis Dibekali Wawasan Restorasi Gambut

Peserta Meliput Daerah Ketiga (MDK) IV Travel Fellowship akan diajak berkunjung ke Badan Restorasi Gambut (BRG) di Jakarta.

10 Jurnalis Dibekali Wawasan Restorasi Gambut
bangkapos.com/Agus Nuryadhyn
Peserta MDK angkatan IV Travel Fellowship saat mendengarkan penyampaian materi dari Badan Restorasi Gambut di Jakarta 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Peserta Meliput Daerah Ketiga (MDK) IV Travel Fellowship akan diajak berkunjung ke Badan Restorasi Gambut (BRG) di Jakarta.

Dalam kunjungan dilakukan, Selasa (23/8/2016), 10 jurnalis akan mendapatkan wawasan mengenai restorasi gambut.

Pertemuan dengan Badan Restorasi Gambut berlangsung di ruang rapat BGR, dihadiri Hartono Prawiratmadja Sekretaris Badan Restorasi Gambut, Priyambodo RH Direkture Eksekutif LPDS, Hilde Solbakken Minister Counsellor Wakil Duta Besar Kerajaan Norwegia, Budi S Wardhana Deputi 1 Bidang Perencanaan dan kerjasama BRG dan Myrna Safitri Deputi III Bidang Edukasi Sosialisasi partisipasi dan kemitraan.

Sekretaris Badan Restorasi Gambut, Hartono Prawiratmadja menjelaskan Badan Restorasi Gambut dibentuk pada Januari 2016, oleh Presiden RI Joko Widodo.

Kepala Badan Restorasi Gambut Nasir Foead minta kepada perusahaan yang punya lahan, yang di dalam lahannya ada lahan gambut, maka itu perlu dijaga untuk ketinggian permukaan air (kanal).

Namun bagi perusahaan yang wilayahnya belum digarap jadi perkebunan maka ijinnya tidak diperkenankan dibuka untuk lahan sawit.

Karena perusahaan punya konsensi dan punya kewajiban untuk menjjaga lahan gambut maka tanggungjawab merupakan tanggungjawab perusahaan.

"Ketika perusahaan pegang konsensi dan tidak pegang amanah akan ada sanksi," ungkap Nasir.

Namun bagi yang belum dibuka, sesuai perintah presiden maka tidak boleh dibuka.

Penulis: agusrya
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved