Bocah Ini Mau Ledakkan Bom di Tubuhnya tapi Digagalkan Polisi

Setelah pergulatan singkat, polisi berhasil melepaskan rompi bom bunuh diri dari tubuh bocah laki-laki itu.

Bocah Ini Mau Ledakkan Bom di Tubuhnya tapi Digagalkan Polisi
Reuters/Mirror
Foto ini memperlihatkan beberapa personel aparat keamanan Irak melucuti rompi bom bunuh diri dari tubuh seorang bocah yang hendak meledakkan diri di kota Kirkuk, Minggu (21/8/2016) malam. 

BANGKAPOS.COM, BAGHDAD - Pemerintah Turki meyakini pelaku bom bunuh diri di Gaziantep, Sabtu (20/8/2016), yang menewaskan 51 orang adalah anak-anak berusia 12-14 tahun.

Namun, dilibatkannya anak-anak sebagai "pengantin" bukan hanya terjadi di Turki di beberapa kawsan lain misalnya di Irak, beberapa kali aparat keamanan negeri itu memergoki dan menggagalkan anak-anak yang hendak meledakkan diri.

Sejumlah foto yang diperoleh Reuters, Minggu (21/8/2016) malam, memperlihatkan aparat kepolisian Irak di kota Kirkuk berhasil menggagalkan seorang bocah laki-laki yang hendak menjadi pengebom bunuh diri.

Dalam rangkaian foto itu terlihat aparat kepolisian dan tentara memegangi seorang bocah lelaki berusia belasan yang meronta mencoba melepaskan diri.

Setelah pergulatan singkat, polisi berhasil melepaskan rompi bom bunuh diri dari tubuh bocah laki-laki itu dan kemudian membawa bocah tersebut ke markas polisi terdekat.

Insiden di Kirkuk itu terjadi hanya 24 jam setelah bom bunuh diri menewaskan 51 orang dalam sebuah pesta pernikahan di Gaziantep, Turki.

Penahanan bocah itu dilakukan menyusul dua bom bunuh diri yang sudah terlebih dahulu meledak di Kirkuk.

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved