Selasa, 28 April 2026

Tiga Pabrik Tepung Tapioka Beroperasi di Kabupaten Bangka

Tiga pabrik tapioka yang berada di Kabupaten Bangka siap menampung ubi casesa para petani di Kabupaten Bangka

Penulis: edwardi | Editor: edwardi
IST
Bupati Bangka ketika melakukan peninjauan pembangunan Pabrik Tapioka PT Bangka Asindo Agri di Kelurahan Kenanga, Sungailiat, Kamis (25/8/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA --- Tiga pabrik tapioka yang berada di Kabupaten Bangka siap menampung ubi casesa para petani di Kabupaten Bangka khususnya dan petani kabupaten lain di Pulau Bangka pada umumnya.

Pabrik yang sudah pertama dibangun yakni di Riausilip akan beroperasi penuh pada bulan Januari 2017, Pabrik di Kenanga akan beroperasi pada Desember 2016, dan Pabrik terbesar se Indonesia di Puding Besar akan beroperasi pada bulan Maret 2017, untuk itulah kepada masyarakat segera manfaatkan lahan menanam ubi casesa.

‘’Pabrik di Kenanga ini akan menampung pasokan ubi casesa dari Sungailiat, Belinyu, Riausilip, Merawang, dan Bangka Tengah sedangkan Pabrik di Puding akan menampung dari Puding Besar, Bakam, Bangka Barat dan sebagian Bangka Selatan,’’ungkap Bupati Bangka ketika melakukan peninjauan pembangunan Pabrik Tapioka PT Bangka Asindo Agri di Kelurahan Kenanga, Sungailiat, Kamis (25/8/2016).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bangka juga mengharapkan agar masyarakat memanfaatkan lahan-lahan kosong di luar sawit, lada, karet atau karet yang tidak produktif lagi untuk menanam ubi casesa karena untuk bibit sudah disiapkan pihak perusahaan dengan perjanjian hasilnya dijual kembali ke pihak perusahaan.

Selain itu juga, para petani tidak perlu khawatir mengenai persoalan harga jual dan pelayanan public karena pihak perusahaan dan Pemda membutuhkan petani dan akan membantu petani. Kepada pengusaha Bupati mengatakan silahkan berusaha tapi harga harus sesuai dengan para petani.

‘’Kalau pabrik sudah berjalan maka dengan kesungguhan partisipasi masyarakat petani akan tumbuh perekonomian di Kabupaten Bangka seperti di Lampung tidak ada lagi hutan tetapi sudah dijadikan kebun singkong rakyat. Untuk tenaga kerjanya juga disiapkan dari lokal seperti dari Polman dan UBB serta masyarakat sekitarnya,’’jelas Bupati Bangka.

Sementara itu, Akon, Site Manager PT Bangka Asindo Agri mengatakan bahwa Pabrik di Kelurahan Kenanga ini mempunyai teknologi modern dengan luas sekitar 2 hektar dan akan mulai beroperasi pada bulan Desember 2016 dengan membutuhkan pasokan bahan baku ubi casesa sekitar 1000 ton per hari.

Untuk limbah pabrik juga sudah disiapkan menjadi biogas dengan daya tampung 5 mg watt sehingga dalam penggunaan listrik selain dari PLN juga dari biogas dengan kebutuhan listrik 2 mg watt.

‘’Pabrik ini sudah berdiri sekitar 60 persen tinggal pengatapan dan kita meminta kepada Pemda dan masyarakat untuk pasokan ubi casesa karena perharinya dibutuhkan seribu ton dengan kapasitas 250 ton tepung,’’ungkap Akon.

Dalam peninjauan kesiapan operasional dan memberi dukungan penuh agar lancar dan terlaksananya pembangunan Pabrik Tapioka tersebut, Bupati Bangka hadir bersama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka, Dinas Pekerjaan Umum, Kabag Humas, PDE, dan Santel Setda Bangka, Boy Yandra, serta Kabag Umum Setda Bangka, Muhammad.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved