Gara-gara Masalah Ini, Politisi PKS Babel Protes Pernyataan Ahok

bakal calon gubernur petahana DKI Jakarta‎ tersebut jangan menyeret-nyeret nama Bangka Belitung, atas perilakunya berkata kasar.

Gara-gara Masalah Ini, Politisi PKS Babel Protes Pernyataan Ahok
bangkapos.com/alza
Anggota Komisi I DPRD Babel Aksan Visyawan

Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Politisi PKS Babel Aksan Visyawan protes atas pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang mengaku kebiasaan bertutur kata kasar didapat dari kampung halamannya, Bangka Belitung.

Menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Babel itu, bakal calon gubernur petahana DKI Jakarta‎ tersebut jangan menyeret-nyeret nama Bangka Belitung, atas perilakunya berkata kasar.

"Saya sebagai warga asli Bangka Belitung, protes atas pernyatan Ahok, yang menyebutkan ucapan kasas dari mulutnya karena kebiasaan masyarakat di Babel. Perlu diketahui, tidak semua masyarakat Bangka Belitung berbicara kasar seperti Ahok," tegas Aksan‎ kepada bangkapos.com, Jumat (26/8/2016).

"Kalau ‎Ahok mau seperti itu silakan, tapi jangan bawa-bawa nama Bangka Belitung. Saya minta Ahok minta maaf," ujarnya seraya menambahkan tidak ada persoalan politis terkait protes dirinya terhadap Ahok.

Sebelumnya, Ahok saat peresmian Rumah Lembang kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sebagai posko pemenangan pilkada, Kamis (25/8/2016) di depan pendukungnya berjanji akan bertutur kata lebih santun.

Menurutnya, kebiasan bertutur kata kasar didapat dari kebiasaan di kampung halamannya, Bangka Belitung.

Ahok menyebutkan, bertutur kata yang terkesan kurang sopan sudah terbiasa di kampung halamannya.

Pria kelahiran Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini mengawali karir politiknya sebagai anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009‎.

Lalu, Ahok maju dalam Pilkada Beltim 2005 dan lolos sebagai Bupati Beltim. Pada 2007, dia mundur dari jabatan bupati, untuk ikut Pilkada Babel 2007.

Ahok belum beruntung, harapannya menjadi Gubernur Babel saat itu kandas setelah kalah tipis dalam perhitungan suara di KPU Babel dari rivalnya pasangan Eko Maulana Ali-Syamsuddin Basyari.

Pada 2009, Ahok melalui Partai Golkar tembus ke Senayan sebagai anggota DPR RI dapil Babel. Karir politiknya terus melesat, sampai akhirnya digandeng Jokowi untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2012.

Penulis: Alza Munzi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved