Bandar Ini Sering Bolak-balik Selundupkan Sabu Lewat Bandara

Ia mencoba meloloskan narkoba jenis sabu-sabu melewati pemeriksaan di bandara dengan menyelipkannya di celana dalam.

Bandar Ini Sering Bolak-balik Selundupkan Sabu Lewat Bandara
bangkapos.com/dok
Polres Belitung mengamankan tersangka Kc, Senin (29/8/2016) 

BANGKAPOS.COM, TANJUNGPANDAN -- Pria berinisial MU alias KC (34), memang nekat.

Ia mencoba meloloskan narkoba jenis sabu-sabu melewati pemeriksaan di bandara dengan menyelipkannya di celana dalam.

Meski upayanya berhasil, Pria berkulit sawo matang ini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tetap tidak lolos. Penyelundup barang haram itu ditangkap di pintu keluar keluar Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Sabtu (27/8) sore lalu.

Warga Jalan Kamboja III, Kelurahan Kota, Kecamatan Tanjungpandan ini baru turun dari pesawat tujuan Jakarta - Tanjungpandan. Petugas mendapati 28 paket kecil sabu-sabu, tergumpal di dalam bungkusan lakban berwarna putih.

"Kami amankan pelaku di pintu keluar Bandara. Dia (pelaku KC) memang sudah incaran kami, dan ketika kami dapati kami periksa, nah kami temukan itu di dalam sempak (celana dalam)," Kabag Ops Polres Belitung, Kompol Siswo Dwi Nugroho kepada Pos Belitung, Senin (29/8).

Terduga bandar narkoba ini sempat disebut-sebut dalam kasus narkoba yang menjerat dua orang pemakai berinisial WD (27) dan DK (24), yang ditangkap pada April 2016 lalu. Keduannya mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari KC.

"Dia memang sudah DPO kami. Jadi ketika kami mendapatkan informasi bahwa dia membawa narkoba itu, langsung kami bergerak. Untuk pengedar apa bukannya, sekarang kami masih mendalami proses lebih lanjut," ujarnya.

"Pengakuan dari yang bersangkutan, masih kami dalami juga. Tapi kalau untuk nilai semua narkoba ini, jika dijual diharga Belitung mencapai Rp 70 juta. Narkoba ini kalau dilihat memang sudah siap beredar."

Selain 28 paket kecil sabu-sabu yang diamankan polisi, petugas juga mengamankan dua unit Handphone (HP) dari tangan KC. Diketahui belakangan, KC merupakan residivis kasus serupa dan sempat menjalani kurungan pada tahun 2005 hingga 2006.

Dugaan sementara, KC mendapatkan barang haram tersebut dari Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Namun kepastian tersebut, hingga kini masih terus dikembangkan oleh aparat kepolisian.
Bolak-balik lewat bandara

Halaman
12
Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved