Budaya Baca Pemuda Masih Rendah, SMAN 1 Pangkalpinang Jadi Pilot Projec GL

tujuan pembentukan sekolah pelaksana penumbuhan gerakan literasi ini karena masih rendahnya budaya membaca bagi

Budaya Baca Pemuda Masih Rendah, SMAN 1 Pangkalpinang Jadi Pilot Projec GL
Bangkapos.com/Zulkodri
Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang ketika mendeklarasikan gerakan literasi dk SMAN 1 Pangkalpinag, Selasa (30/08/2016). 

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tingkatkan budaya membaca bagi siswa sekaligus menjadikan sekolah organisasi pembelajaran Dinas pendidikan Kota Pangkalpinang, melaunching gerakan literasi nasional di SMAN 1 Pangkalpinang, Selasa (30/08/2016).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Edison Taher mengatakan tujuan pembentukan sekolah pelaksana penumbuhan gerakan literasi ini karena masih rendahnya budaya membaca bagi generasi muda saat ini.

Oleh sebab itu mau tidak mau, suka tidak suka gerakan literasi ini harus digerakan lebih lanjut lagi.

"SMAN 1 Pangkalpinang ini, kita tunjuk jadi pilot project. Terpilihnya SMAN 1 ini, bukan sekedar asal tunjuk akan tetapi ada prosesnya. Karena dinilai prestasi belajarnya pada 2016 ini sudah meraih prestasi yang terbaik di Provinsi Babel ini dan rata-rata hasil ujian nasional baik IPA atau IPS diatas rata-rata nasional," ujarnya.

Gerakan literasi ini  lanjut Edison sejalan dengan program pemerintah pusat dan apa yang telah disampaikan oleh duta baca indonesia Najwa Shihab, bahwa anak-anak di indonesia hanya satu dari seribu orang yang selesai membaca satu buku dalam setahun.

"Makanya seluruh jajaran sekolah ini, dari mulai siswanya hingga para guru harus memulai mempersiapkan diri dan ini, akan menjadi contoh bagi sekolah lain," ucapnya.

Kedepan lanjut Edison, pihaknya meminta kepada sekolah untuk menyiapkan sudut-sudut membaca yang ada di sekolahnya yang disiapkan untuk para siswa agar lebih gemar membaca.

"Mulai tahun ajaran 2016, gerakan literasi sudah dapat dilaksanakan setiap sekolah walaupun deklarasinya di SMAN 1 Pangkalpinang. Dan setiap kelas sudah ada box yang telah disiapkan buku yang akan dibaca oleh siswa-siswanya. Hal ini, berkorelasi dengan program kota Pangkalpinang lima belas menit membaca sebelum belajar setiap harinya, " ujarnya.

Dengan ditunjuknya SMAN 1 Pangkalpinang terpilih sebagai model untuk tingkat literasi sekolah ternyata sudah disiapkan jurnal literasinya.

" Jadi setiap para siswa selesai membaca akan ditulis pada jurnal tersebut. Inti dari buku yang dibaca itu apa saja dan ilmu baru apa yang telah didapatkan setelah membaca buku tersebut," ucapnya. (zky)

Penulis: zulkodri
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved