Rakyat Kecil juga Dikejar, Mahfud MD Dukung UU Tax Amnesty Digugat ke MK

tujuan awal, yaitu menarik dana repatriasi di luar negeri. Karena nayatanya semua warga termasuk rakyat kecil dikejar juga.

Rakyat Kecil juga Dikejar, Mahfud MD Dukung UU Tax Amnesty Digugat ke MK
kompas.com
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menolak sat akan diwawancari wartawan selesai menyampaikan kesediannya menjadi ketua tim pemenangan pemilu presiden pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Jakarta, Kamis (22/5/2014). 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Khaerur Reza

BANGKAPOS.COM, YOGYAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mendukung upaya Pengurus Pusat Muhammadiyah menggugat Undang-Undang Tax Amnesty atau pengampunan pajak ke Mahkamah Konstitusi.

"Saya dukung Muhammadiyah. Saya juga sudah diajak beberapa institusi, tapi saya hanya akan memberi masukan dari luar, enggak ikut menggungat, tidak etis. Saya kan mantan ketua MK, walau secara hukum boleh," ujar Mahfud di Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (30/8/2016).

Tujuan awal pengampunan pajak sudah melenceng dari tujuan awal, yaitu menarik dana repatriasi di luar negeri. Karena nayatanya semua warga termasuk rakyat kecil dikejar juga.

Dalam pembahasan awal pemerintah mengatakan pengampunan pajak akan mampu menarik dana dari luar negeri dengan jumlah Rp 100 triliun lebih, dan pengampunan pajak hak bagi warga negara.

"Sekarang kok dalam praktiknya menjadi kewajiban pemerintah harus meluruskan ini. Tax amnesty bagi rakyat yang tidak punya uang di luar negeri itu hak, bukan kewajiban. Berbeda jadinya kalau kewajiban dikejar-kejar bahkan dikorek-korek kesalahannya," terang Mahfud.

Kalau akhirnya program ini tidak mencapai target yang dicanangkan di awal tidak akan menjadi masalah, asal tidak kemudian mengorbankan rakyat yang bukan kewajibannya.

"Itu target Rp 165 trilliun dalam sembilan bulan, berarti tiap bulan rata-rata Rp 7 trilliun, dalam kebiasaan dua bulan pertama 30 persen itu kira-kira Rp 40 triliun, nah ini baru Rp 2 triliun per hari ini," sambung dia.

"Memang menghawatirkan, tapi kalau gagal enggak apa-apa. Itu pelajaran bagi kita karena niatnya baik, tapi jangan sampai karena gagal lalu dibelokkan ke rakyat. Kasihan dong," imbuh dia.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved