Begini Pengakuan Jamro Saat Terima Uang Rp 600 Juta dari Direktur RSUD Basel

Jamro terlihat hanya diam mendengar pertanyaan JPU itu pun langsung menjawab singkat.

Begini Pengakuan Jamro Saat Terima Uang Rp 600 Juta dari Direktur RSUD Basel
bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Suasana sidang tipikor proyek alkes RSUD Toboali di ruang Garuda Pengadilan Negeri Tipikor Pangkalpinang. 

Laporan Wartawan Bangkapos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Proses hukum perkara dugaan korupsi proyek pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) di RSUD Bangka Selatan (Basel) tahun anggaran (TA) 2013 senilai Rp 11 M itu hingga kini menyeret mantan bupati Bangka Selatan, H Jamro H Jalil termasuk mantan direktur RSUD Basel, Dr Franseda sampai saat ini masih terus berlanjut.

Kali ini, H Jamro H Jalil (terdakwa) kembali duduk di kursi pesakitan ruang sidang Garuda gedung Pengadilan Negeri (Tipikor) Pangkalpinang, Rabu (31/8/2016). Agenda sidang pemeriksaan terdakwa (H Jamro H Jalil) tadi siang dipimpin oleh majelis hakim, Setyanto Hermawan SH MHum.

Jamro berpakaian baju koko putih dengan peci hitam ketika sedang berlangsung sempat ditanya oleh seorang jaksa penuntut umum (JPU) terkait soal dana Rp 600 juta yang diberikan oleh Franseda kepadanya.

"Bapak sadar dan berita terima kan uang itu (Rp 600 juta--red)?," tanya JPU kepada Jamro.

Sesaat itu pula kembali JPU itu menanyakan kepada Jamro terkait kondisi saat mantan bupati Basel itu menerima dana senilai Rp 600 juta dari mantan direktur RSUD Basel (Dr Franseda).

"Uang itu waktu itu berada dalam plastik dan ditaruh di dalam tas?," tanya JPU itu lagi.

Seketika itu pula Jamro terlihat hanya diam mendengar pertanyaan JPU itu pun langsung menjawab singkat.

"Iya saya terima uang itu di dalam tas," jawab Jamro di hadapan JPU dan majelis hakim.

Tak cuma itu, JPU itu pun menanyakan pula menanyakan kepada dirinya ketika telah menerima sejumlah uang pemberian dari Dr Franseda saat itu masih menjabat selaku direktur RSUD Basel selanjutnya dilaporkan ke pihak berwajib atau penegak hukum.

"Tidak!," jawab Jamro dengan nada suara agak pelan.

Usai meminta keterangan sekaligus memeriksa terdakwa, majelis hakim pengadilan setempat pun menutup sidang, dan mengagendakan sidang perkara serupa pada pekan mendatang.

Sebelumnya Dr Franseda terpidana pun dalam kesaksiannya di persidangan di gedung pengadilan setempat pun sempat 'buka-bukaan' di hadapan majelis hakim terkait proses atau kronologis ketika ia menyerahkan uang tunai senilai Rp 600 juta itu kepada mantan bupati Basel itu (H Jamro H Jalil) dengan uang pecahan seratus ribu dicampur dengan uang kertas dolar Singapura.

Sekedar diketahui, H Jamro H Jalil sendiri merupakan tersangka terakhir ditetapkan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Basel terkait perkara kasus alkes RSUD Basel itu, setelah tanggal 2 Mei 2016 lalu mantan bupati Basel itu baru ditetapkan sebagai tersangka.

Sedangkan dua tersangka lainnya, Dr Franseda & Yudistira selaku pihak kontraktor (PT Dwi Alit Perkasa) sebelumnya lebih awal ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejari Basel dan kini keduanya telah divonis oleh majelis hakim (selaku terpidana) Pengadilan Negeri (Tipikor) Pangkalpinang, hingga kini kedua terpidana itu masih menjalankan masa hukuman tahanan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Tuatunu Kota Pangkalpinang. (rap)

Penulis: ryan augusta
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved