Obat Kedaluarsa Rp 1,4 Miliar di Dinkes Basel Tak Juga Dimusnahkan

Obat kedaluarsa tersebut merupakan obat yang berasal dari sembilan Puskesmas di Kabupaten Bangka Selatan,

Obat Kedaluarsa Rp 1,4 Miliar di Dinkes Basel Tak Juga Dimusnahkan
Bangka Pos / Riki Pratama
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Selatan, Akhmad Sobirin

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Obat kedaluarsa dengan total anggaran Rp 1,4 milyar belum di musnahkan oleh pihak Dinkes Bangka Selatan, obat yang kadaluarsa tersebut merupakan obat dari tahun 2011 hingga 2015 dengan berbagai jenis obat dari bentuk cairan, anti biotik dan obat program seperti filariasi.

"Obat program itu obat yang tidak di butuhkan pelayanan dasar, contohnya filariasis obat kaki gajah yang tidak di beli tetapi di kasi cuma-cuma oleh pemerintah sifatnya insidentil,"kata Kepala Dinkes Basel Akhmad Sobirin kepada bangkapos.com, Selasa (31/8/2016) diruanganya

Obat kedaluarsa tersebut merupakan obat yang berasal dari sembilan Puskesmas di Kabupaten Bangka Selatan, yang menjadi temukan BPK perwakilan Babel beberapa waktu lalu.

Sobirin mengklaim bahwa banyak obat kedaluarsa disebabkan karena oknum dokter di puskesmas tidak banyak menggunakan obat yang telah di sediakan oleh pihak dinas, menurutnya faktor seringnya berganti dokter juga membuat banyak obat tidak terpakai.

"Dalam perencanaan ada kelebihan, ini bukan salah di perencanaan, kita banyak dokter PTT sehingga setiap tahunya sering berubah, dan biasanya resep obatnya berganti,"ucapnya

Penulis: Riki Pratama
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved