Minggu, 3 Mei 2026

Germo di Puncak Bogor Bikin Komunitas Gay Incar Anak-anak Sekolah

Mereka sudah membuat komunitas untuk melayani pria penyuka sesama jenis.

Tayang:
Editor: fitriadi
Repro/Kompas TV
Hotel di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tempat petugas menangkap AR (41) pelaku prostitusi anak khusus bagi kaum homoseksual (gay), Rabu (31/8/2016) siang. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Satu stel seragam sekolah yang masih utuh di dalam tas menjadi saksi bisu sekaligus barang bukti aksi bejat para pelaku jaringan prostitusi anak-anak yang dijajakan khusus untuk kaum gay.

Selain seragam sekolah dan tas, empat unit ponsel genggam pelaku dengan sim card, buku tabungan serta satu unit ponsel genggam korban juga disita polisi.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan pengungkapan ini terbongkar melalui patroli cyber. "Pengungkapan jaringan ini adalah hasil dari patroli cyber yang dilakukan oleh anggota kami," ucap Boy.

Boy melanjutkan dalam penggerebekan di Jalan Raya Puncak KM 75 Cipayung tepatnya di sebuah hotel tersebut, penyidik juga mengamankan satu tersangka berinisial AR (41).

"Satu tersangka kami amankan inisial AR, dia residivis. AR menawarkan prostitusi anak di bawah umur melalui akun facebook," tegas Boy.

Selain menangkap AR, penyidik juga mengamankan tujuh korban yakni enam orang dibawah umur dan satu korban usia 18 tahun.

Atas perbuatannya AR kini ditahan di Bareskrim dan dikenakan pasal berlapis yakni UU ITE, UU Pornografi, dan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Ada beberapa anak yang kemudian diamankan polisi dan KPAI. Mereka dibawa ke tempat perlindungan.

Seorang petugas yang tak mau disebutkan namanya mengatakan anak-anak remaja ini terlihat gemulai atau istilahnya melambai.

Saat dibawa petugas mereka seperti ketakutan. Mereka kebanyakan remaja asal Bogor, Sukabumi, dan sekitarnya.

Anak-anak ini ditawarkan ke pria penyuka sesama jenis dengan tarif Rp 1,2 juta. Dari uang tersebut, anak-anak itu sekali melayani mendapat bagian uang Rp 150 ribu.

Yang cukup menyeramkan, ternyata ada beberapa germo. Dan mereka sudah membuat komunitas untuk melayani pria penyuka sesama jenis.

Pengakuan sementara, untuk acara pesta, bahkan bisa 100 anak dikumpulkan.Angka anak-anak yang menjadi korban prostitusi gay ini memang merisaukan. Anak-anak ini kini dibawa KPAI untuk rehabilitasi secara agama dan psikologis.

Pemasok gay anak-anak

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya mengatakan, pelaku praktik prostitusi anak untuk kaum gay berinisial AR yang diamankan pihak kepolisian sudah berkeluarga.

Meski telah berkeluarga, lanjut Agung, AR juga punya orientasi seksual menyimpang, yaitu penyuka sesama jenis.

Tidak hanya itu, Agung menuturkan, AR merupakan residivis kasus yang sama yaitu kasus tindak pidana perdagangan orang.

Untuk kasus yang dibongkar di kawasan Puncak, pelaku AR sudah satu tahun menjalankan bisnis esek-esek haram tersebut. "Sudah setahun beroperasi," kata Brigjen Agung, kemarin.

Hal lain yang tak kalah miris dari pengungkapan jaringan prostitusi anak-anak ini adalah pemberian upah yang hanya sebesar Rp 150 ribu.

Padahal, AR (41), tersangka prostitusi yang menawarkan anak-anak pria ke kaum gay melalui facebook menerapkan tarif Rp 1,2 juta untuk sekali melayani.

"Tarif yang disepakati antara AR dengan pelanggan itu Rp 1,2 juta. Lalu anak-anak itu hanya dapat Rp 100-150 ribu," ujar Brigjen Pol Agung Setya.

Agung menambahkan dalam penanganan kasus ini selain upaya penegakan hukum pihaknya juga fokus ke para korban yang jumlahnya mencapai 99 anak tersebut.

"Kami Polri komunikasi dengan KPAI dan Kemensos untuk penanganan kasus ini. Kami akan lindungi para korbannya supaya dapat pembinaan," kata Agung sembari menambahkan bahwa cara kerja sang tersangka cukup rapi dan terorganisir.

Diduga jaringan prostitusi ini memiliki sindikat kejahatan serupa.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved