Sebagian Besar Warga Inggris Dukung Larangan Burka

Sebuah jajak pendapat yang baru digelar di Inggris menunjukkan sebagian besar warga negeri itu mendukung pelarangan burka. Jajak pendapat ini di...

Sebagian Besar Warga Inggris Dukung Larangan Burka
Michael Gottschalk/Photothek via Getty Images
Dua perempuan Muslim Jerman mengenakan niqab di satu sudut kota Frankfurt. 

BANGKAPOS.COM, LONDON -- Sebuah jajak pendapat yang baru digelar di Inggris menunjukkan sebagian besar warga negeri itu mendukung pelarangan burka.

BACA: Fantastis, Inilah Rumah 1,5 M Berornamen Olimpiade Buat Tontowi/Liliyana

Dalam hasil jajak pendapat yang dirilis Kamis (1/9/2016) menunjukkan 57 persen dari 1.668 responden dewasa yang diwawancarai lembaga YouGov mengatakan mendukung aturan yang melarang perempuan mengenakan burka di Inggris.

BACA: Menteri Yohana Ungkap Ada 3000 Anak Terlibat Jaringan Gay

Sementara itu 36 persen sangat mendukung larangan burka dan hanya 10 persen menentang pelarangan burka.

Jajak pendapat ini digelar di tengah hiruk pikuk masalah pelarangna burkini di sekitar 30 kota wisata pantai di Perancis.

Mahkamah Agung Perancis akhirnya mencabut larangan burkini itu setelah mendapat tekanan dari sejumlah organisasi hak asasi manusia.

BACA:  'Ogah Berdebat', Ahok Sebut Sandiaga Tidak Mengerti Hukum

Kembali ke jajak pendapat di Inggris, sebanyak 46 persen warga negeri itu ternyata mendukung larangan burkini.

Sedangkan 30 persen responden menentang larangan terhadap burkini dan sebanyak 18 persen responden tak menentukan sikap.

Dukungan terhadap larangan penggunaan burka ini teryata menyebar di antara pendukung berbagai partai politik, meski sebagian penyokong larangan ini adalah simpatisa Partai Konservatif dan Partai UK Independence (UKIP).

Data lain menunjukkan, pendukung larangan penggunaan burka adalah mereka yang berusia 18-4 tahun dan mereka yang ingin tetap bergabung dengan Uni Eropa

Larangan burka ini juga secara merata didukung berbagai daerah di Inggris dengan dukungan terbesar dari warga London dan wilayah utara Inggris.

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved