Anak Korban Prostitusi Gay

Seragam Sekolah Saksi Bisu Praktik Esek-esek Kaum Gay di Kawasan Puncak

Saat dibawa petugas mereka seperti ketakutan. Mereka kebanyakan remaja asal Bogor, Sukabumi, dan sekitarnya.

Seragam Sekolah Saksi Bisu Praktik Esek-esek Kaum Gay di Kawasan Puncak
Repro/Kompas TV
Hotel di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang digunakan petugas untuk menangkap AR (41) pelaku prostitusi anak khusus bagi kaum homoseksual (gay), Rabu (31/8/2016) siang. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Satu stel seragam sekolah yang masih utuh di dalam tas menjadi saksi bisu sekaligus barang bukti aksi bejat para pelaku jaringan prostitusi anak-anak yang dijajakan khusus untuk kaum gay.

Selain seragam sekolah dan tas, empat unit ponsel genggam pelaku dengan sim card, buku tabungan serta satu unit ponsel genggam korban juga disita polisi.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan pengungkapan ini terbongkar melalui patroli cyber.

"Pengungkapan jaringan ini adalah hasil dari patroli cyber yang dilakukan oleh anggota kami," ucap Boy.

Boy melanjutkan dalam penggerebekan di Jalan Raya Puncak KM 75 Cipayung tepatnya di sebuah hotel tersebut, penyidik juga mengamankan satu tersangka berinisial AR (41).

"Satu tersangka kami amankan inisial AR, dia residivis. AR menawarkan prostitusi anak di bawah umur melalui akun facebook," tegas Boy.

Selain menangkap AR, penyidik juga mengamankan tujuh korban yakni enam orang dibawah umur dan satu korban usia 18 tahun.

Atas perbuatannya AR kini ditahan di Bareskrim dan dikenakan pasal berlapis yakni UU ITE, UU Pornografi, dan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Ada beberapa anak yang kemudian diamankan polisi dan KPAI. Mereka dibawa ke tempat perlindungan.

Seorang petugas yang tak mau disebutkan namanya mengatakan anak-anak remaja ini terlihat gemulai atau istilahnya melambai.

Saat dibawa petugas mereka seperti ketakutan. Mereka kebanyakan remaja asal Bogor, Sukabumi, dan sekitarnya.

Anak-anak ini ditawarkan ke pria penyuka sesama jenis dengan tarif Rp 1,2 juta. Dari uang tersebut, anak-anak itu sekali melayani mendapat bagian uang Rp 150 ribu.

Yang cukup menyeramkan, ternyata ada beberapa germo. Dan mereka sudah membuat komunitas untuk melayani pria penyuka sesama jenis.

Pengakuan sementara, untuk acara pesta, bahkan bisa 100 anak dikumpulkan.Angka anak-anak yang menjadi korban prostitusi gay ini memang merisaukan. Anak-anak ini kini dibawa KPAI untuk rehabilitasi secara agama dan psikologis.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved