Heboh di Media Sosial, Cara Berjualan Pedagang Soto di Solo Ini Sungguh di Luar Dugaan

Habis bubaran salat jum'at saya mampir ke warung soto itu, karena sangat ramai dikunjungi pelanggannya. Saya pikir soto ini pasti enak karena ...

Heboh di Media Sosial, Cara Berjualan Pedagang Soto di Solo Ini Sungguh di Luar Dugaan
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
(ilustrasi) Tampak depan Warung Soto Rempah Mbak Nur, Minggu (15/5/2016). 

Bu Amir menjelaskan panjang lebar.

Jelegeeer.... !!! Saya seperti disambar petir.

Warung soto sekecil ini bisa membiayai anaknya 4 kuliah di Universitas Negeri semua! Bahkan malah masih bisa memberi makan kepada tukang-tukang becak dan semua orang yang berkunjung ke warungnya setiap HARI JUMAT, GRATIS lagi !!!

Saya gak kehilangan akal, untuk membayar rasa kagum dan rasa bersalah makan soto gratis, saya masuk Mall.

Saya membeli dompet cantik buat hadiah Bu Amir.

Saya pikir, "Masa Bu Amir gak mau dikasih dompet secantik ini?"

Dalam waktu tidak sampai satu jam saya sudah kembali ke warungnya.

"Lho, kok balik lagi, ada yang ketinggalan Dik?", sapa Bu Amir heran.

"Mohon maaf Bu, ini hadiah dari saya tolong diterima. Anggap saja sebagai kenang-kenangan dari saya buat ibu yang telah memberi pelajaran hidup yang sangat berarti buat saya."

Dengan senyum tulus dan bicaranya halus Bu Amir menolak:

"Dik, terimakasih hadiahnya. Maaf, bukan ibu menolak. Ibu cukup pake dompet ini saja, kenang-kenangan dari suami ibu ketika beliau masih ada. Awet banget, tuh sampe sekarang masih bagus."

Bu Amir menepuk bahu saya.

"Bawa saja pulang dan hadiahkan buat ibumu. Percayalah, ibumu pasti senang dapat oleh-oleh dari Solo. Adik mampir di warung Ibu saja sudah merupakan sebuah kebahagiaan yang tidak ternilai. Ibu senang, benar-benar senang sudah bisa ngobrol sama adik."

Begitu kata Bu Amir sambil tersenyum.

Saya kehilangan akal dan hanya bisa pamit sambil menundukkan kepala....

CATATAN
Silakan coba sotonya di lokasi : Yosodipuro dekat museum Pers Solo

Jika beli soto di situ selain hari jum'at, kembaliannya jangan diterima. Ketika membayar dan diberi kembaliannya, katakanlah "nderek titip kagem sedekah Jumat bu".

Beliau akan berterima kasih & mendoakan kita nggak habis2nya.

Aamiin... aamiin... aamiin...

Beliau mendoakan kita & Allah ridho akan doanya.

Ibu tsb diparingi Gusti Allah SWT rejeki luar biasa krn rasa syukur & ikhlasnya."

Bagaimana tanggapanmu?

Sungguh inspiratif bukan cara penjualannya?

Berjualan tak harus memikirkan bagaimana cara meraup untung sebanyak-banyaknya namun sebaiknya tak lupa juga untuk beramal dan berbagi dengan yang membutuhkan. (*)

Penulis: Rifatun Nadhiroh

Editor: asmadi
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved